Berita Pemerintahan

Bahlil Pastikan Pasokan BBM dan Listrik di NTT Berangsur Membaik Pascagempa

Foto: Adrial Akbar/detikcom

Gardupedia.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa penyaluran bahan bakar minyak (BBM) serta pasokan listrik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap setelah sempat terkendala akibat bencana gempa bumi. Keterangan tersebut disampaikan Bahlil saat ditemui di Markas DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, pada Selasa (18/8/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa proses perbaikan infrastruktur energi di area terdampak terus dilakukan secara intensif. Meskipun demikian, ia membenarkan bahwa penyalurannya belum pulih sepenuhnya 100 persen karena masih memerlukan waktu untuk sampai ke titik-titik lokasi warga.

“Perlahan-lahan sudah mulai ada perbaikan, termasuk juga listrik. Awalnya banyak daerah yang kena itu mati lampu, sekarang perlahan-lahan sudah bisa kita selesaikan,” ujar Bahlil pada Selasa (18/8/2026).

Bahlil menuturkan bahwa sarana utama seperti gardu induk listrik saat ini sudah berhasil dinyalakan. Namun, proses transmisi dan distribusi listrik hingga ke pemukiman penduduk masih membutuhkan penanganan teknis lebih lanjut. Ia juga memastikan bahwa para pimpinan BUMN terkait, termasuk Dirut Pertamina dan PLN, ditugaskan langsung berada di lapangan untuk memimpin pemulihan.

“Sudah barang tentu belum 100% karena gardu induknya itu sudah nyala tapi untuk suplai ke lokasinya itu yang membutuhkan beberapa waktu lagi sedikit. Tapi kita akan bekerja keras terus, Dirut Pertamina sama PLN kemarin masih berada di lokasi bencana dan kita sangat serius ya,” tegas Bahlil.

Indonesia Resmi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026

Di sisi lain, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memaparkan perkembangan terbaru terkait dampak dan penanganan korban gempa bumi di NTT pada Selasa (18/8/2026).

Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, menyatakan bahwa hingga pencatatan hari ketiga pascagempa pada pukul 23.30 WIB, total korban yang terdata mencapai 202 orang, di mana 70 orang dilaporkan meninggal dunia dan 132 orang mengalami cedera.

“Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB, telah kami kompulir, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang,” ungkap Laksma TNI Yudhi Bramantyo dalam konferensi pers pada Selasa (18/8/2026).

Yudhi merinci bahwa dari 132 korban cedera tersebut, 40 orang mengalami luka berat dan 92 orang menderita luka ringan. Saat ini, tim Basarnas fokus pada operasi penyisiran area serta memperkuat tim medis di daerah yang berakses sulit, seperti di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

“Operasi yang kita lakukan hanya tinggal penyisiran karena berdasarkan laporan atau masukan data dari para korban tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian. Hari ini kami turut membantu perkuatan tim kesehatan sesuai arahan Bapak Menkes, khususnya di daerah terdampak cukup besar dan sulit dijangkau seperti di Lamba Leda,” jelas Yudhi.

DPR dan Pemerintah Finalisasi Perpres Ojol, Dasco: Akomodasi Angkutan Orang, Barang, hingga Makanan

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memberikan pembaruan mengenai data korban luka berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Selasa (18/8/2026). Kemenkes mencatat sebanyak 1.182 warga mendapatkan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

“Jumlah korban luka-luka berdasarkan data Kementerian Kesehatan adalah 1.182 orang. Namun, perbedaan data tak perlu dipermasalahkan karena memang dasar perhitungannya yang berbeda. Akan ada sedikit perbedaan data luka-luka, dan ini tidak menjadi polemik,” pungkas Berton.

Berton menerangkan bahwa perbedaan angka ini wajar terjadi karena Basarnas mendata korban berdasarkan evakuasi fisik langsung di lapangan, sedangkan Kemenkes mencatatkan angka akumulatif warga yang terlayani di unit-unit fasilitas kesehatan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *