Kunjungan Menko Perekonomian ke UNIMOF, Fokus pada Penguatan Ekonomi Desa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF), Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 1 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi desa melalui sektor pangan dan pertanian.
Menko Zulhas tiba di kampus UNIMOF sekitar pukul 09.30 WITA. Ia disambut dengan tarian tradisional gong waning yang menjadi bentuk penghormatan terhadap tamu kehormatan. Dalam sambutannya di Aula Djasman Al-Kindi, ia menekankan pentingnya membangun ekonomi dari desa melalui sektor pertanian yang produktif. Menurutnya, kebijakan ekonomi harus berpihak kepada petani dan tidak menjadikan mereka korban dalam pengendalian inflasi.
“Perbaiki dulu pertanian sekarang, tidak boleh salahkan inflasi, petani yang dikorbankan. Kalau mau rakyat kita maju, kreatif dan produktif, yang malas tidak bisa. Koperasi, yang paling penting adalah usahanya, bukan uang,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) ekonomi desa yang diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan wilayah pedesaan. “Kita harapkan di desa akan lahir pusat-pusat ekonomi, oleh karena itu dibentuklah satgas yang menjadi kebanggaan kita, yang lahirnya dari desa,” tambahnya.
Rektor UNIMOF, Dr. Erwin Prasetyo, menyambut hangat kunjungan Menko Zulhas dan menyebutnya sebagai “kunjungan berkah di Jumat berkah”. Ia berharap kunjungan tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan kampus dan daerah. “Kami mengusulkan pendirian kampus awalnya tahun 2019, dengan nama IKIP Muhammadiyah, ternyata perbuatan baik ada buah baik bersama PAN. Kampusnya warna biru, jas almamaternya biru, ini bagian dari sejarah,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, momentum kunjungan Menko Pangan bertepatan dengan kegiatan seminar pra-wisuda, dimana mahasiswa akan segera diterjunkan ke masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan. “Setelah seminar prawisuda ini mahasiswa siap turun ke masyarakat, siap mendukung ketahanan pangan, siap kembali dari desa supaya mendukung program Pak Bupati: Satu KK Satu Sarjana,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan tantangan utama sektor pertanian di wilayahnya, yakni dominasi lahan kering dan curah hujan yang tidak menentu. Meski demikian, ia melihat potensi besar dalam sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata. “Kami melihat upaya luar biasa dengan potensi yang ada. Kami di sini punya potensi lahan kering, kelautan dan ikan. Selama ini kami punya ikan, tapi praktis ikan dibawa keluar, tidak ada untuk pembangunan daerah ini. Potensi wisata yang masih natural butuh dukungan yang baik, kami punya beberapa wisata religi, wisata budaya,” jelas Bupati Sikka.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Ahmad Yohan, menekankan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap NTT sebagai daerah miskin dengan kualitas pendidikan rendah. “Kami di NTT punya potensi, Flores ini kaya. Potensi pariwisata luar biasa, kami punya ratusan pulau, potensi ikan luar biasa. Harapan kami, dokumen ekspor dibuat, kemudian jalan kami diperbaiki, pendidikan kami juga,” ujar Ahmad Yohan.
Kunjungan Menko Zulhas ke UNIMOF menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis desa dan ketahanan pangan berkelanjutan. Dengan adanya inisiatif seperti satgas ekonomi desa dan program pendidikan yang berfokus pada pengembangan daerah, diharapkan dapat menciptakan pola pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.


Comment