Politik

Dua Jenderal Bersaudara Pemegang Jabatan Strategis di Polri dan TNI, Ayahnya Mantan Perwira Tinggi TNI AD

Profil Irjen Pol Krishna Murti dan Letjen TNI Mohammad Fadjar, Dua Jenderal Bersaudara

Dua jenderal bersaudara yang memiliki peran penting dalam institusi pemerintahan dan militer adalah Irjen Pol Krishna Murti dan Letjen TNI Mohammad Fadjar. Keduanya berasal dari Ambon, Maluku, dan memiliki latar belakang pendidikan serta karier yang cukup menonjol di bidang masing-masing.

Karier Irjen Pol Krishna Murti

Irjen Pol Krishna Murti lahir di Ambon, Maluku, pada 15 Januari 1970. Ia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 dan satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sejak awal karier, ia terus mengemban berbagai jabatan penting di lingkungan kepolisian.

Beberapa posisi penting yang pernah dijabat oleh Krishna Murti antara lain:

  • Kapolsek Metro Penjaringan (2001)
  • Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara (2005)
  • Wakapolres Depok (2006)
  • Kapolres Pekalongan (2011)
  • Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (2015)
  • Karomisinter Divhubinter Polri (2017)
  • Kadiv Hubinter Polri (2022)
  • Sahlijemen Kapolri (Agustus 2025)

Selama kariernya, Krishna Murti juga terlibat dalam beberapa kasus besar, seperti Bom Sarinah Thamrin (2016), kasus kematian Sianida Mirna Salihin (2016), dan kasus pengaturan skor di PSSI (2019). Ia juga mendapatkan berbagai penghargaan, termasuk Bintang Bhayangkara Nararya dan berbagai tanda jasa lainnya.

Riwayat Pendidikan dan Karier Krishna Murti

Berikut adalah riwayat pendidikan dan karier lengkap Krishna Murti:

Marc Marquez: Saya Akan Pensiun Lebih Cepat di Moto GP, Ini Sebabnya.

  • Pendidikan:
  • SMP Negeri 1 Malang (1985)
  • SMA Negeri 5 Bandung (1988)
  • Akpol (1991)
  • PTIK (2000)
  • Sespim (2008)
  • Sespimti (2012)
  • Lemhannas PPSA XXII (2019)

  • Karier:

  • Pama Polda awal Tengah (1991)
  • Kapolsek Randudongkol Polres Malang (1992)
  • Pengasuh Taruna Akpol (1994)
  • Komandan Kontingen Polri (1996)
  • Kanit Serse Polwiltabes Surabaya (1997)
  • Sespri Kapolda Metro Jaya (2000)
  • Kapolsek Metro Penjaringan (2001)
  • Koorspripim Kapolda Metro Jaya (2004)
  • Kasat Reskrim Polres Jakut (2005)
  • Wakapolres Depok (2006)
  • Dosen Lemdikpol (2009)
  • Penyidik Madya Unit II Dit II/Eksus Bareskrim Polri (2010)
  • Kapolres Pekalongan (2011)
  • Staf Perencanaan PBB di New York
  • Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2015)
  • Wakapolda Lampung (2016)
  • Kabagkembangtas Romisinter Divhubinter Polri
  • Karomisinter Divhubinter Polri (2017)
  • Kadiv Hubinter Polri (2022)
  • Sahlijemen Kapolri (Agustus 2025)

Profil Letjen TNI Mohammad Fadjar

Letjen TNI Mohammad Fadjar lahir di Ambon, Maluku, pada 14 Agustus 1971. Ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) 1993 dan berasal dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Selama kariernya, ia telah menjalani berbagai tugas baik di dalam maupun luar negeri, termasuk operasi militer di Timor-Timor.

Mohammad Fadjar juga memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, termasuk S-2 di Macquarie University, Sydney, Australia, dalam bidang Policing, Intelligence and Counter-Terrorism.

Karier Militernya

Beberapa jabatan strategis yang pernah dipegang oleh Mohammad Fadjar antara lain:

Pemerintah Temukan Cadangan Gas Raksasa Baru di Kalimantan Timur

  • Danyon 23 Grup 2 Kopassus
  • Dansepurhut Pusdikpassus
  • Kadep Mipatek Akmil
  • Dan Grup 1/Para Komando
  • Koorspri Kasad
  • Danpusdikpassus Kopassus
  • Danpusdiklatpassus Kopassus
  • Ajudan Presiden RI Joko Widodo (2015–2016)
  • Danrindam IV/Diponegoro (2016–2017)
  • Paban III/Siapsat Sopsad (2017–2018)
  • Danrem 023/Kawal Samudera (2018–2019)
  • Danrem 031/Wira Bima
  • Danpusdikter Kodiklatad
  • Kasdivif 2/Kostrad
  • Ketua LP3M Unhan RI
  • Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan (Kemhan)
  • Panglima Kodam III/Siliwangi (2024)
  • Pangkostrad sejak 30 Desember 2024

Latar Belakang Keluarga

Ayah mereka, Brigjen TNI (Purn) H. Bom Soerjanto, adalah seorang pensiunan Pati TNI AD. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bom Soerjanto meninggal dunia pada 10 Juli 2024 dini hari.

Krishna Murti dan Mohammad Fadjar memiliki istri masing-masing, yaitu Nany Ariany Utama dan memiliki dua anak. Karier keduanya membuktikan dedikasi tinggi dalam menjalani tugas negara.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *