Pemimpin ibadah mengajak umat untuk memulai perayaan dengan tanda salib dan salam. Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, umat menyahut “Amin”. Pemimpin juga memberikan berkat dengan ucapan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus. Umat menjawab “Sekarang dan selama-lamanya”.
Kemudian dilanjutkan dengan lagu pembuka yang bertema kebangsaan. Seluruh peserta diingatkan untuk mematikan alat komunikasi agar suasana khusuk terjaga. Setelah itu, pemimpin membuka perayaan dengan ucapan “Penolong kita ialah Tuhan”, dan umat menjawab “Yang menjadikan langit dan bumi”.
Dalam perayaan ini, bacaan Alkitab dan nyanyian disiapkan. Untuk bacaan pertama, dibacakan Kitab Sirakh yang menyampaikan pentingnya pemerintahan yang bijaksana dan tanggung jawab para pemimpin. Bacaan kedua dari Surat Pertama Rasul Petrus menekankan pentingnya kesetiaan kepada Tuhan dan kehidupan bersama.
Lagu kemuliaan dinyanyikan sebagai bagian dari perayaan. Doa pembuka diajukan untuk memohon perlindungan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Diikuti dengan bacaan Injil Matius 22:15-21, yang mengisahkan Yesus menjawab pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar.
Renungan singkat mengajak umat untuk memahami bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap Tuhan dan kehidupan bersama. Pemimpin mengajak umat untuk tidak hanya menuntut hak, tetapi juga menjalani kewajiban secara baik.
Setelah itu, dilakukan hening sejenak untuk merenungkan iman dan kepercayaan. Syahadat diucapkan sebagai bentuk pengakuan iman. Doa umat diajukan untuk para pemimpin, para imam, orang muda, dan semua umat. Doa ini dimohonkan agar mereka dapat bekerja keras dalam membangun bangsa.
Dalam doa kolekte, umat diingatkan untuk berbagi dan membantu sesama yang membutuhkan. Doa pujian dilanjutkan dengan memuji Tuhan atas karya-Nya dalam mempersatukan bangsa Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, semua orang dapat mengakui satu sama lain sebagai saudara sebangsa.
Perayaan dilanjutkan dengan Ritus Komuni. Ada dua cara, yaitu dengan komuni atau tanpa komuni. Jika komuni dilakukan, umat diundang untuk menyambut Sakramen Mahakudus. Jika tidak, umat diajak untuk menghayati kehadiran Tuhan di dalam hati.
Doa bagi tanah air Indonesia diajukan agar bangsa ini dilindungi dari segala bahaya dan diberkahi oleh Tuhan. Doa penutup mengharapkan persatuan dan damai sejahtera di tanah air. Akhirnya, pemimpin mengakhiri perayaan dengan berkat Tuhan dan ucapan syukur kepada Allah.
Umat diutus untuk melanjutkan perjalanan hidup dengan semangat kebebasan dan tanggung jawab. Perayaan ditutup dengan lagu penutup dan ucapan “Syukur kepada Allah”.


Comment