Gardupedia.com – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester pertama tahun 2026. Perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi terkemuka ini berhasil mengantongi pendapatan bersih mencapai Rp 3,46 triliun pada paruh pertama tahun ini.
Raihan pendapatan tersebut mencerminkan stabilitas bisnis perseroan di tengah tingginya kebutuhan ekspansi jaringan oleh para operator seluler, serta komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan infrastruktur digital di Indonesia.
Direktur Utama PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Hardi Wijaya Liong, menyampaikan bahwa pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan organik yang konsisten dan fokus perseroan pada efisiensi operasional.
“Kinerja kami pada semester I 2026 menunjukkan resiliensi model bisnis TBIG. Kami melihat tingginya permintaan dari operator telekomunikasi untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan jaringan mereka, baik melalui penambahan penyewaan menara (colocation) maupun pengembangan jaringan serat optik (fiber optic),” ujar Hardi dalam keterangan resminya.
Selain membukukan pendapatan sebesar Rp 3,46 triliun, TBIG juga berhasil menjaga tingkat margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tetap dalam kondisi yang sehat. Pertumbuhan kinerja operasional ini turut ditopang oleh penambahan portofolio menara dan peningkatan rasio kolokasi (tenancy ratio) penyewa.
Sementara itu, Direktur Keuangan TBIG, Helmy Yusman Santoso, menambahkan bahwa perseroan terus menerapkan disiplin keuangan yang ketat guna memastikan struktur permodalan tetap kuat dan berisiko rendah.
“Kami secara aktif mengelola profil utang dan likuiditas perusahaan agar tetap berada dalam batas yang aman. Struktur keuangan yang konservatif dan kuat ini memberikan fleksibilitas penuh bagi perseroan untuk terus mendanai peluang ekspansi dan investasi infrastruktur di masa mendatang,” tutur Helmy.
Memasuki paruh kedua tahun 2026, manajemen TBIG optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang positif. Perseroan akan terus memfokuskan strateginya pada optimalisasi aset menara yang sudah ada, peningkatan efisiensi biaya, serta perluasan jaringan pendukung seperti Fiber-to-the-Tower (FTTT) guna mendukung percepatan transformasi digital secara nasional.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment