Berita Regional

Dapat Restu 3 Poros Pesantren Besar, Gus Salam Siap Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) untuk maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 mendapat angin segar. Restu dari keluarga besar pesantren di PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, di PP Lirboyo dan PP Al-Falah, Ploso Kediri, mengalir deras

Gardupedia.com – “Maju bukan untuk jabatan. Tapi untuk khidmah. Bismillah”. Kalimat ini diucapkan KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), setelah mengakhiri 3 rangkaian silaturrohim dengan keluarga besar dan kerabat di Kediri dan Jombang, Jawa Timur.

Langkah KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) untuk maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 mendapat angin segar. Restu dari keluarga besar pesantren di PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, di PP Lirboyo dan PP Al-Falah, Ploso Kediri, mengalir deras.

Puncaknya, Keluarga Besar Bani Bishri Syansuri secara resmi memberikan izin dan restu kepada Gus Salam. Penyerahan restu itu dilakukan dalam acara silaturahim keluarga di ndalem kasepuhan PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Minggu (9/8/2026).

“Ini bukan sekedar restu, tapi amanah. Melanjutkan perjuangan Mbah KH Bishri Syansuri, muassis-pendiri untuk berkhidmah menjaga NU, menjaga ideologi dan tradisi, dan menjaga umat demi kemashlahatan,” kata Nyai Hj. Muflichah Shohib, sesepuh Bani Bishri yang hadir.

“Kami berdo’a dan berpesan kepada Gus Salam; bila dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU harus benar-benar menjalankan tanggung jawab, memberi teladan dan istiqomah berkhidmah untuk umat sebagaimana diteladankan Mbah Bishri,” pesannya.

Komunitas Sound Horeg Sambangi Jokowi di Solo, Siap Kawal Gibran di Pilpres 2029!

“pokoknya, jangan kecewakan jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama, terutama keluarga besar bani Bishri Syansuri. ‘kembalikan NU ke dzurriyyah muassis’ bukan karena ekspresi emosional, tapi amanah arus bawah supaya memimpin di awal abad kedua jam’iyyah,” tambahnya.

Usai meminta ijin, restu, nasehat dan do’a dalam silaturrohim keluarga besar Bani Bishri Syansuri, Denanyar, Gus Salam melanjutkan sowan ke keluarganya dari jalur ibu, yakni keluarga besar PP Lirboyo, Kediri Jawa Timur.

Didampingi kakak-kakaknya, KH Abdussalam Shohib sowan ke sesepuh pengasuh PP Lirboyo Kediri, KH Anwar Manshur. Secara nasab, Gus Salam adalah cicit pendiri PP Lirboyo, Mbah KH Abdul Karim dari jalur ibu. Bahkan, kakaknya, KH Oing Abdul Muid Shohib menjadi salah satu pengasuh di PP Lirboyo.

Kedatangan Gus Salam disambut hangat KH Anwar Manshur yang juga Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, sekaligus Mustasyar PBNU. Ia memohon ijin, doa dan restu agar ikhtiar memimpin PBNU diridhoi dan berharap dalam arahan masyayikh NU-Pesantren.

Selanjutnya, Gus Salam beserta keluarga Denanyar, bertolak ke PP Al-Falah Ploso, Kediri. Di sana ia bersilaturahim dengan sesepuh PP Al-Falah sekaligus gurunya, Mbah KH Nurul Huda Djazuli. Mbah Yai Da’, panggilan KH Nurul Huda Djazuli adalah ayahanda Gus Kautsar dan salah satu Mustasyar PBNU.

Karhutla Bromo Hanguskan 889 Hektare Lahan, BNPB Targetkan Api Padam Total Hari Jumat

Bagi Mbah Yai Da’, Gus Salam sendiri adalah mantu keponakan. Istrinya, Ning Naili Zakiyyah adalah putri KH Ahmad Munif Djazuli, adik kandung KH Nurul Huda Djazuli. Ia diambil menantu saat masih nyantri di PP Al-Falah, Ploso, dan hingga sekarang masih aktiv mengikuti pengajian rutin alumni yang diasuh Mbah Yai Da’.

“Maksud dan tujuan saya sama. Mohon ijin, nasehat, restu, dan do’a para masyayikh untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031,” ujar Gus Salam.

Bagi Gus Salam, meminta restu ke keluarga Bani Bishri, Lirboyo, dan Al-Falah Ploso adalah bagian dari adab. Ketiga pesantren ini merupakan poros penting dalam sejarah NU. Termasuk sowan kepada ulama-kiai di berbagai daerah sebelum bersilaturrohim dengan PWNU-PCNU se-Indonesia.

“NU ini besar karena barokahnya para kiai. Fakta konstitusi bahwa NU didirikan oleh Ulama pondok pesantren. Tanpa restu dan doa mereka, kita bukan apa-apa. Ini ikhtiar saya agar kepemimpinan PBNU ke depan tetap berakar pada tradisi Aswaja dan pesantren,” tegasnya.

KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) untuk maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 mendapat angin segar. Restu dari keluarga besar pesantren di PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, di PP Lirboyo dan PP Al-Falah, Ploso Kediri,

Pelaksanaan muktamar ke-35 NU dijadwalkan 27-31 Agustus 2026. Hingga saat ini, PWNU, PCNU dan PCI NU belum ditetapkan dan mendapat undangan resmi untuk hadir sebagai peserta utusan. Namun demikian bagi Gus Salam, dengan mengantongi restu dari Denanyar, Lirboyo, dan Ploso, langkah Gus Salam menuju kursi Ketua Umum PBNU semakin kokoh.

Turunkan Skuad Terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Bidik Hasil Maksimal

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *