Gardupedia.com – Memasuki tahun kedua kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, prospek ekonomi nasional diprediksi akan mengalami penguatan. Berdasarkan laporan Indonesia Outlook 2026 bertajuk “Saatnya Bertindak”, DBS Group Research memproyeksikan ekonomi Indonesia mampu tumbuh sebesar 5,2 persen secara tahunan (year-on-year).
Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan target pertumbuhan pada 2025 yang dipatok sebesar 5,0 persen. Kenaikan ini didasari oleh transisi kebijakan fiskal yang mulai beralih dari pendekatan konvensional (ortodoksi) menuju strategi yang lebih ekspansif untuk memacu pertumbuhan.
Radhika Rao, Ekonom Senior Bank DBS, menekankan bahwa realisasi pertumbuhan ini sangat bergantung pada kecepatan pemerintah dalam mengeksekusi kebijakan. Tantangan utama terletak pada koordinasi antar-lembaga dan industri untuk memastikan rencana yang telah disusun dapat berjalan efektif di lapangan.
Selain pertumbuhan yang positif, kondisi makroekonomi diperkirakan tetap terjaga pada kisaran 2,5 persen. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) diperkirakan akan mengalami penurunan hingga ke level 4,0 persen pada penghujung tahun 2026.
Mata uang Garuda diprediksi bergerak stabil di rentang Rp16.000 hingga Rp16.900 per dollar AS. Namun, pemerintah tetap perlu waspada terhadap risiko global; jika terjadi guncangan perdagangan yang parah, rupiah berisiko melampaui Rp17.000 per dollar AS.
Pemerintah berencana memperlebar target defisit anggaran menjadi 2,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026, naik dari rencana sebelumnya sebesar 2,48 persen. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang belanja yang lebih besar guna menstimulasi ekonomi, namun tetap berada di bawah batas aman undang-undang sebesar 3,0 persen.
Dari sisi perdagangan, sektor komoditas seperti minyak sawit, mesin, alat transportasi, dan bahan kimia diperkirakan akan memberikan kontribusi positif. Meskipun demikian, kinerja ekspor pada awal tahun 2026 diprediksi akan sedikit tertekan akibat dampak penutupan tambang Freeport Grasberg, sebelum akhirnya stabil kembali di semester kedua.
Bank DBS menegaskan bahwa kunci utama dalam meraih target pertumbuhan ini adalah kedisiplinan fiskal, efektivitas transmisi kebijakan moneter, serta kelanjutan reformasi struktural. Langkah-langkah ini sangat penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya kuat, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment