Health & Fitness

Dokter, Apakah Pola Makan dan Minum Air Pengaruhi Stretch Mark?

Pengaruh Pola Makan dan Hidrasi terhadap Munculnya Stretch Mark pada Ibu Hamil

Stretch mark atau tanda garis pada kulit sering kali menjadi perhatian utama bagi ibu hamil. Kondisi ini muncul karena peningkatan ukuran tubuh yang lebih cepat dibandingkan dengan elastisitas kulit. Tanda-tanda stretch mark biasanya berupa garis berwarna merah, merah muda, atau ungu, yang kemudian bisa berubah menjadi putih atau kelabu seiring waktu.

Meskipun tidak berbahaya, stretch mark sering kali menjadi kekhawatiran bagi banyak ibu hamil. Untuk menjawab pertanyaan mengenai pengaruh pola makan dan hidrasi terhadap munculnya stretch mark, dr. Arieffah, Sp. DVE, FINSDV—seorang dokter spesialis kulit dan kelamin—memberikan penjelasan lengkap.

Pola Makan dan Hidrasi Berpengaruh Besar

Menurut dr. Arieffah, pola makan dan hidrasi memiliki peran penting dalam mencegah atau mengurangi munculnya stretch mark. Kehidupan sehari-hari yang sibuk sering membuat ibu hamil kurang memperhatikan aspek ini. Misalnya, banyak ibu hamil yang enggan minum air putih karena takut harus sering ke kamar mandi akibat tekanan dari rahim yang membesar.

Namun, kebutuhan cairan tubuh tetap harus dipenuhi agar kulit tetap terhidrasi. Air putih bukanlah satu-satunya sumber hidrasi. Banyak makanan dan minuman yang juga dapat memberikan manfaat serupa. Selain itu, vitamin seperti C dan E juga sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit.

Pentingnya Asupan Vitamin dan Mineral

Ibu hamil disarankan untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral melalui makanan sehari-hari. Hal ini lebih aman dibandingkan konsumsi suplemen. Contohnya, makanan kaya akan vitamin C seperti jeruk dan paprika, serta vitamin E dari almond dan sayuran hijau.

Persib Bandung Berjanji Lakukan Evaluasi Total Usai Dijatuhi Sanksi Berat oleh AFC

Selain itu, menjaga keseimbangan nutrisi juga membantu menjaga elastisitas kulit, sehingga risiko munculnya stretch mark bisa diminimalisir.

Profil Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

dr. Arieffah, Sp. DVE, FINSDV adalah seorang dokter spesialis kulit dan kelamin yang telah berpengalaman di berbagai rumah sakit ternama. Ia mulai berpraktik di RS Hermina Solo sejak tahun 2017 dan bergabung dengan RS JIH Solo sejak 2019. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja di beberapa rumah sakit lain seperti RS Permata Depok, RS Kemang Medical Care, dan RS Jakarta Medical Care.

Pendidikan dr. Arieffah dimulai dari Universitas Kristian Maranatha Bandung, lalu melanjutkan studi spesialisasi kulit dan kelamin di Universitas Diponegoro Semarang. Ia aktif sebagai narasumber di Tribun Health dan sering berbagi pengetahuan tentang kesehatan kulit dan kelamin.

Tips untuk Menjaga Kesehatan Kulit Saat Hamil

Untuk menjaga kesehatan kulit selama kehamilan, selain menjaga hidrasi dan nutrisi, penggunaan produk perawatan kulit juga sangat dianjurkan. Salah satu contohnya adalah Azarine Sunscreen Hydrasoothe Sunscreen Gel SPF45 PA++++. Produk ini cocok digunakan oleh semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif dan berjerawat.

Keunggulan dari Azarine Sunscreen antara lain:
* Tidak mengandung alcohol, oil, silicone, atau fragrance.
* Mengandung bahan alami seperti royal jelly, aloe vera, dan green tea.
* Memberikan perlindungan terhadap sinar UV A dan UV B.
* Membantu melembabkan dan menutrisi kulit.
* Ramah untuk ibu menyusui dan ibu hamil.
* Memiliki tekstur ringan dan dingin, serta mudah meresap.

Erick Thohir Fokus Pembinaan Akar Rumput: 64 Klub Siap Bertanding di Piala Presiden 2026

Dengan menggunakan produk seperti Azarine Sunscreen, ibu hamil dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan mencegah penuaan dini. Pastikan untuk memilih produk yang aman dan sesuai dengan kebutuhan kulit Anda.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *