Mengejar Karir di Luar Negeri: Tips dan Pengalaman yang Bisa Menginspirasi
Mimpi untuk meniti karier di luar negeri kini bukan lagi hal yang mustahil. Dengan semakin terbukanya akses informasi, banyak anak muda Indonesia mulai melirik peluang kerja internasional. Tidak hanya sebagai jalan untuk meningkatkan pengalaman, tetapi juga memperluas jaringan global.
Pada sebuah acara di MULA Learning Center, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, lebih dari enam puluh orang berkumpul untuk berdiskusi tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk bekerja di luar negeri. Acara ini memberikan wawasan penting tentang langkah-langkah kecil yang bisa membuka pintu menuju dunia yang lebih luas.
Luar negeri bukan sekadar tempat tujuan, melainkan medan di mana bahasa, kebiasaan, dan pilihan hidup diuji dan ditata ulang. Jika kamu sedang mencari jawaban yang tidak pernah diberikan siapa pun, mungkin kamu perlu mendengarkan tips dari beberapa individu yang telah meraih kesuksesan di luar negeri.
Belajar Bahasa adalah Investasi
Michella Wijaya menekankan bahwa kemampuan berbahasa menjadi kunci utama dalam mengakses peluang. Pengalamannya belajar S1, kursus Mandarin di Zhejiang, serta S2 di Tiongkok menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa bisa membuka akses ke jaringan, penelitian, dan pekerjaan yang tidak terlihat dari ruang kelas biasa.
“Langkah kecil yang berani hari ini bisa membuka pintu besar untuk masa depan,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa investasi pada bahasa asing sangat penting dalam proses persiapan.
Pahami Peta Ekonomi Global
Selain kemampuan bahasa, Michella juga menekankan pentingnya memahami arah pasar global. Contohnya, Tiongkok yang kini menjadi fokus karena pergeseran arus ekonomi. Oleh karena itu, banyak orang memilih untuk melanjutkan kariernya di sana.
Jika ingin relevan di era saat ini, kamu harus kenali industri yang sedang bertumbuh dan temukan titik temu antara kemampuan dan kebutuhan pasar. Baik dari segi skill teknis maupun skill berbahasa asing.
Pelajari Budaya Kerja Sebelum Berangkat
Vickel menjelaskan bahwa bekerja di perusahaan Tiongkok tidak hanya membutuhkan kemampuan berbicara, tetapi juga kekuatan menghadapi ritme, logika, dan gaya kerja yang berbeda. Perbedaan jam kerja, ekspektasi, cara negosiasi, hingga cara menghadapi konflik adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan.
Beberapa tips dari Vickel antara lain: tingkatkan kemampuan bahasa, siapkan diri untuk perbedaan budaya, latih komunikasi yang jelas dan langsung, kendalikan perfeksionisme, serta jangan pernah berhenti belajar.
Bahasa Profesional Bukan Hanya Aksen
Dina Aulia, seorang IT product owner, bercerita tentang kegugupannya saat menggunakan istilah teknis saat pertama kali bekerja dengan partner luar negeri. Dari pengalamannya, ada empat kunci untuk meningkatkan rasa percaya diri. Pertama, selalu pahami konteks. Kedua, jangan takut minta pengulangan. Ketiga, fokus pada kejelasan bukan aksen. Keempat, tetap profesional.
“Pede aja dulu, as long as mereka paham sama perkataanmu, itu udah lebih dari cukup!” jelas Dina.
Jalan Humanis Juga Bisa Membuka Karir
Tantri, yang tidak tertarik pada prestise, melihat bekerja di luar negeri sebagai cara untuk memberi dampak pada humanisme. Menjadi caregiver adalah bentuk pengabdian langsung kepada kemanusiaan. Ia ingin bekerja di ruang yang bersentuhan langsung dengan manusia, hingga akhirnya ia memutuskan untuk bekerja di Inggris.
Mulai dari Bahasa untuk Kuliah di Luar Negeri
Adip, seorang anggota CVS yang berhasil kuliah di Jepang, tidak memulai perjalanannya dari formulir, tetapi dari bahasa. Belajar bahasa Jepang sejak awal membuka jalan untuk memahami sistem pendidikan dan peluang studi di sana.
Ia menjelaskan tahapan realistis mulai dari persiapan bahasa, riset kampus, lalu baru menyasar opsi beasiswa atau jalur mandiri.
Rencana yang Diucapkan Lebih Mudah Dilaksanakan
Dalam sesi praktik, peserta diminta menyebutkan tujuan mereka di depan orang lain, bukan menuliskannya diam-diam. Salah satu peserta, Izzul, mengatakan ingin bekerja di luar negeri di bidang teknologi dan memberi dampak untuk orang lain.
Tips yang diberikan adalah mampu menyusun rencana pribadi. Mau lanjut studi ke mana, ingin bekerja di sektor apa, atau ingin pindah ke negara mana. Lalu ucapkan keras-keras agar mimpi itu bisa terdengar oleh dirimu sendiri, secara sadar.


Comment