Gardupedia.com – Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Aqua belakangan menjadi sorotan publik setelah viralnya isu di media sosial yang mempertanyakan keaslian sumber airnya. Klaim yang beredar menyebutkan bahwa Aqua menggunakan air dari sumur bor dalam (air tanah) dan bukan berasal langsung dari mata air pegunungan seperti yang selama ini dipromosikan. Polemik ini mencuat usai sebuah sidak yang dilakukan oleh pejabat publik ke salah satu pabriknya. Pihak produsen, Danone Indonesia, pun segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan disinformasi tersebut.
Isu ini mulai viral di berbagai platform media sosial pada pertengahan Oktober 2025. Perdebatan publik dipicu oleh tayangan video yang memperlihatkan sidak ke pabrik Aqua di Subang, Jawa Barat. Dalam video tersebut, terungkap bahwa air yang digunakan untuk produksi diambil dari bawah tanah melalui proses pengeboran hingga kedalaman tertentu. Hal ini kontras dengan citra yang selama ini melekat, yakni air yang diambil langsung dari mata air pegunungan yang mengalir di permukaan.
Menanggapi kehebohan ini, Danone Indonesia selaku produsen Aqua dengan tegas membantah isu penggunaan air dari sumur bor biasa. Dalam keterangan resminya, Danone menjelaskan bahwa sumber air Aqua memang berasal dari air tanah dalam (akuifer dalam) yang terletak di wilayah pegunungan.
Poin-poin klarifikasi Danone:
- Air Pegunungan yang Terlindungi: Semua sumber air Aqua berasal dari akuifer dalam yang secara alami terlindungi oleh lapisan kedap air. Akuifer ini merupakan bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan yang kaya dan berkelanjutan.
- Proses Pengambilan: Air tersebut diambil menggunakan metode pengeboran (sumur pompa dalam) dengan kedalaman antara 60 hingga 140 meter. Pengeboran ini bertujuan untuk menjangkau air dari lapisan terdalam yang murni dan terlindungi, bukan air permukaan atau air tanah dangkal.
- Kajian Ilmiah: Penentuan dan pengelolaan sumber air telah melalui proses seleksi ketat yang melibatkan kajian ilmiah oleh ahli hidrogeologi, termasuk dari perguruan tinggi ternama.
- Tidak Bersinggungan dengan Air Masyarakat: Danone memastikan pengambilan air dari akuifer dalam tidak mengganggu sumber air permukaan atau air tanah dangkal yang digunakan oleh masyarakat sekitar.
Penjelasan Pihak Berwenang dan Perbedaan Sumber Air
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut memberikan penjelasan, menegaskan bahwa sebagian besar industri AMDK di Indonesia memang menggunakan air tanah (bawah tanah) yang didapat melalui pengeboran. Menurut ESDM, izin pengambilan air tanah diberikan setelah melalui evaluasi teknis ketat untuk memastikan tidak merusak lingkungan sekitar.
Secara teknis, terdapat perbedaan antara Air Mata Air Pegunungan (Permukaan) yakni Air yang mengalir secara alami ke permukaan. Sedangkan Air Sumur Bor Dalam (Akuifer Dalam) adalah Air yang meresap ke dalam lapisan tanah pegunungan, terlindungi secara alami, dan diambil dengan pengeboran.
Meskipun harus dibor, air yang diambil Aqua diklaim berasal dari air yang meresap dari pegunungan, melalui proses filtrasi alami di dalam bumi yang menjamin kemurnian dan kualitasnya.
Hasil Tindak Lanjut dari BPKN (Tindak Lanjut)
Menyusul kehebohan di publik, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI) segera memanggil dan melakukan klarifikasi langsung kepada pihak produsen. Setelah meninjau data dan penjelasan ilmiah, BPKN mengambil kesimpulan yang penting bagi konsumen:
- Tidak Ada Pelanggaran Hak Konsumen: BPKN memastikan tidak menemukan pelanggaran hak konsumen terkait substansi produk dan sumber air.
- Sumber Air Tetap Air Gunung: BPKN membenarkan bahwa sumber air yang digunakan Aqua memang berasal dari pegunungan (air tanah dalam/akuifer dalam), sesuai dengan klaim pada label kemasan.
- Persoalan Iklan: Permasalahan yang muncul dinilai BPKN lebih berkaitan dengan aspek citra atau iklan yang selama ini mungkin menimbulkan persepsi bahwa air diambil langsung dari aliran permukaan. Ketua BPKN menekankan bahwa pengeboran hanyalah metode untuk mengambil air berkualitas dari akuifer dalam, sementara sumber airnya tetaplah dari sistem hidrogeologi pegunungan.
BPKN menegaskan bahwa perusahaan telah memenuhi standar SNI, bahkan menerapkan lebih dari 400 parameter kualitas air di atas standar yang ditetapkan. Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan konsumen tidak disesatkan oleh informasi yang tidak akurat.
Kontroversi ini membuka mata publik tentang proses pengambilan air dalam industri AMDK. Pihak Aqua berkomitmen pada transparansi dan menegaskan bahwa kualitas serta kemurnian air yang mereka sajikan tetap terjamin, meskipun proses pengambilannya memerlukan teknologi pengeboran untuk menjangkau sumber air pegunungan yang terlindungi jauh di bawah permukaan. Konsumen diharapkan dapat lebih cermat dalam memahami perbedaan antara sumber air (pegunungan) dan metode pengambilan (pengeboran).


Comment