Gardupedia.com, Selasa (4/8/2026) — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan kepastian dan jaminan tegas bahwa keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) tidak akan mengancam atau mematikan keberlangsung usaha warung-warung kelontong milik warga. Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat memberikan keterangan pers terkait penguatan rantai pasok pangan dan pemberdayaan ekonomi perdesaan di Jakarta, Selasa (4/8) sore.
Zulhas menekankan bahwa pemerintah tidak merancang Kopdes untuk menjadi kompetitor atau pesaing langsung bagi usaha mikro masyarakat yang sudah lama berdiri di pemukiman warga. Kehadiran kelembagaan ini justru diproyeksikan sebagai mitra strategis dalam menjaga ketersediaan pasokan barang dan stabilitas harga bahan pokok di tingkat tapak.
“Masyarakat dan para pemilik warung tidak perlu khawatir. Saya pastikan Koperasi Desa ini tidak akan mematikan apalagi mengganggu usaha warung-warung kecil milik warga yang sudah ada. Justru keberadaan Kopdes ini kita posisikan sebagai pilar pendukung agar pedagang kecil bisa tumbuh bersama,” ujar Zulhas di lokasi acara, Selasa (4/8).
Lebih lanjut, Zulhas menerangkan bahwa Kopdes akan difungsikan sebagai pusat grosir (hub distribusi) pangan pokok di tingkat desa. Melalui skema ini, para pemilik warung kelontong dapat membeli barang dagangan atau pasokan pangan langsung dari Kopdes dengan harga distributor yang jauh lebih terjangkau.
“Kopdes itu nantinya menjadi penyokong pasokan. Jadi warung-warung warga bisa kulakan atau ambil barang dari Kopdes dengan harga grosir yang murah. Kalau harga modal mereka lebih murah, tentu margin keuntungan pedagang kecil bisa lebih baik dan harga jual ke konsumen akhir juga tidak melambung,” tegas Zulhas.
Menurut Zulhas, kendala utama pedagang eceran selama ini adalah panjangnya rantai distribusi pangan yang kerap dimainkan oleh perantara atau tengkulak, sehingga harga barang membengkak saat sampai di tingkat pedagang kecil.
“Selama ini ketersediaan barang serba mahal karena rantai distribusinya terlalu panjang. Melalui Kopdes yang terintegrasi langsung dengan Bulog dan produsen pangan, kita pangkas jalur itu. Barang dari produsen langsung masuk ke desa lewat Kopdes, lalu disalurkan ke warung-warung warga,” jelasnya.
Zulhas menutup keterangannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara Kopdes, BUMDes, serta elemen pedagang lokal untuk menggerakkan roda ekonomi perdesaan secara berkelanjutan.
“Kita ingin membangun ekonomi desa dari bawah secara kolaboratif. Tidak ada benturan kepentingan. Kopdes memperkuat pasokan, warung warga menjadi ujung tombak penjualan eceran ke masyarakat. Dengan begitu, ekonomi desa berputar, kesejahteraan warga meningkat, dan ketahanan pangan nasional makin kokoh,” pungkasnya.


Comment