Gardupedia.com — Gubernur Bali Wayan Koster mengimbau seluruh masyarakat Bali agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang beredar di media sosial maupun media massa. Ia juga menegaskan agar warga tidak mengambil tindakan main hakim sendiri saat menghadapi dugaan pelanggaran hukum di lingkungannya.
Pesan tersebut disampaikan Koster seusai memimpin Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar. Rapat tersebut dihadiri oleh Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, Kabinda Bali, Danrem 163/Wirasatya, serta jajaran Imigrasi untuk mengevaluasi stabilitas keamanan, ketertiban, dan isu keimigrasian di Bali.
Berdasarkan laporan dari jajaran aparat keamanan, Koster menyatakan bahwa kondisi Bali secara umum dalam keadaan aman dan kondusif. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak tergesa-gesa menyimpulkan situasi hanya berdasarkan kabar yang beredar di media sosial.
“Bukan tentang satu atau dua masalah besar apa yang diatensi dalam rapat ini, tetapi intinya secara umum bagaimana Bali dengan sektor pariwisatanya tetap kondusif,” ujar Koster dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa informasi yang beredar di ranah digital kerap kali tidak menyajikan fakta secara utuh. “Koordinasi ini memang kami gelar secara rutin guna mengevaluasi keamanan di Provinsi Bali. Beberapa isu yang muncul dalam pemberitaan di media sosial pun terkadang tidak sesuai dengan faktanya,” lanjutnya.
Rapat koordinasi tersebut juga memberi perhatian khusus pada insiden pengeroyokan hingga tewas terhadap seorang terduga pelaku pencurian di Desa Baturiti, Kabupaten Tabanan. Koster menilai peristiwa tragis tersebut harus menjadi bahan perenungan dan pembelajaran bersama agar tidak terulang di masa mendatang.
“Seluruh masyarakat Bali agar turut menjaga kondusivitas situasi di lingkungannya masing-masing, menahan diri apabila terjadi permasalahan hukum sehingga tidak sampai main hakim sendiri, serta menyerahkan sepenuhnya permasalahan hukum kepada pihak yang berwenang,” tegas Koster.
sebagai langkah pencegahan di tingkat akar rumput, Koster akan menginstruksikan para kepala desa (perbekel) dan bendesa adat di seluruh Bali untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya menaati prosedur hukum. Menurutnya, kesadaran hukum masyarakat sangat penting untuk menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata tingkat dunia sekaligus menjamin ketertiban publik.


Comment