Gardupedia.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan penilaian positif atau rapor “oke” terhadap capaian kinerja dua tahun masa pemerintahannya pada Senin (10/8/2026). Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator strategis, mulai dari ketahanan pangan, stabilitas harga energi, lonjakan pendapatan investasi negara, hingga percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan.
Dalam keterangannya pada Senin pagi, Prabowo menyampaikan bahwa di tengah dinamika krisis global yang membayangi pertengahan tahun 2026, persediaan logistik nasional Indonesia berada dalam kondisi aman menuju target swasembada pangan.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah terus memantau ketersediaan bahan pokok di seluruh gudang penyimpanan nasional agar siap menghadapi ancaman krisis pangan dunia.
“Periksa gudang semua. Kita siap menghadapi ancaman di dunia. Swasembada pangan kita menuju ke sana dan kita lebih kuat dari banyak negara lain, saudara-saudara,” ujar Prabowo di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Selain sektor pangan, Prabowo menyoroti keberhasilan pemerintah dalam mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan hingga bulan Agustus 2026 ini.
“Karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi masih tidak kita naikkan. Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih tenang,” lanjutnya.
Di sektor investasi, Presiden memaparkan laporan kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Memasuki tahun kedua masa operasionalnya sejak dibentuk pada 2025 lalu, Danantara mencatatkan lonjakan pendapatan yang signifikan.
“Dalam satu tahun beroperasi, saya dapat laporan bahwa revenue atau penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen, saudara-saudara. Ini terus harus kita audit dan cek, tapi peningkatan ini sangat signifikan dalam satu tahun bekerja,” tegas Presiden.
Menjelang genap dua tahun kepemimpinannya pada Oktober 2026 mendatang, pemerintah telah merealisasikan pembangunan infrastruktur fisik secara masif di daerah. Hingga Agustus 2026, tercatat hampir 2.500 jembatan antardesa di seluruh Indonesia telah selesai dibangun.
Prabowo menekankan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk responsivitas pemerintah dalam menanggapi aduan masyarakat di media sosial dan media massa.
“Hari ini kita sudah mendekati 2.500 jembatan di seluruh desa-desa di Indonesia. Rakyat teriak dan melalui teknologi kita segera tanggap, kita reaksi. Ini yang banyak tidak diingat oleh para elite,” kata Prabowo.
Sebagai bagian dari program jangka menengah, Presiden Prabowo membeberkan target perbaikan fasilitas publik di bidang pendidikan dan kesehatan. Pemerintah menargetkan pembenahan 70.000 gedung sekolah selesai pada akhir tahun 2026, dan ditingkatkan menjadi 100.000 sekolah pada tahun 2027.
Di sektor kesehatan, perbaikan menyeluruh juga akan menyasar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah-daerah yang sudah lama terabaikan.
“Semua puskesmas di Indonesia yang sudah 30 tahun lebih tidak diperbaiki, akan kita perbaiki seluruhnya,” pungkas Prabowo menutup keterangannya.


Comment