JAKARTA — Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menyatakan belum memiliki agenda unjuk rasa dalam waktu dekat. Meski demikian, organisasi gabungan buruh ini menegaskan siap turun ke jalan jika Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang tengah dibahas DPR RI dan Pemerintah tidak sesuai dengan harapan kaum pekerja.
Perwakilan KBPBI yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban, menyampaikan bahwa saat ini KBPBI masih memprioritaskan jalur diplomasi dan perjuangan konstitusional. Langkah tersebut dilakukan dengan menyerahkan masukan serta draf usulan langsung kepada fraksi-fraksi di DPR RI.
“Memang buat sementara ini kita tidak melakukan aksi, tapi bukan tidak mungkin kita akan melakukan aksi apabila dokumen atau permohonan yang kita sampaikan kepada fraksi-fraksi DPR tentang UU Ketenagakerjaan jauh dari harapan,” ujar Elly saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).
Elly menegaskan, pendekatan dialogis dilakukan guna memastikan regulasi baru yang dibahas benar-benar mengakomodasi hak-hak pekerja. Namun, jika aspirasi tersebut diabaikan, KBPBI memastikan massa buruh yang terhimpun di dalam koalisi akan menggelar aksi demonstrasi dalam skala besar.
Dalam kesempatan yang sama, KBPBI turut merespons pernyataan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, yang sebelumnya menyebut tidak akan ada gelombang demonstrasi buruh sepanjang Agustus hingga September 2026.
Elly menilai pernyataan Said Iqbal tersebut hanyalah klaim sepihak dan tidak mewakili seluruh elemen gerakan buruh di Indonesia.
“Kalau ada yang mengatasnamakan dijamin tidak ada buruh yang demonstrasi itu salah, karena yang mengatakan itu bukanlah bagian dari KBPBI,” tegas Elly.
Sebelumnya, Said Iqbal menyampaikan bahwa KSPI dan Partai Buruh tidak merencanakan aksi unjuk rasa besar-besaran pada periode Agustus–September 2026. Pernyataan tersebut dikeluarkan guna meredam isu yang beredar terkait potensi gelombang unjuk rasa buruh dalam waktu dekat.


Comment