Berita Regional

Komisi I DPR Desak TNI Lakukan Evaluasi Internal Pasca-Mundurnya Kabais

Ilustrasi gedung DPR RI (Lamhot Aritonang/detikcom)

Gardupedia.com – Komisi I DPR RI memberikan apresiasi sekaligus catatan tegas terkait langkah Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letnan Jenderal (Letjen) Yudi Abrimantyo, yang memilih menanggalkan jabatannya. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi atas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang diduga melibatkan personel Bais TNI.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan bahwa tindakan Kabais menyerahkan jabatan adalah sikap ksatria yang mencerminkan tanggung jawab moral dan institusional. Menurut Dave, langkah ini sangat penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.

“Keputusan mundur ini menunjukkan adanya kesadaran akan transparansi dan akuntabilitas. Kami mengapresiasi sikap tersebut sebagai bagian dari penegakan profesionalisme di tubuh TNI,” ujar Dave dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Meski mengapresiasi mundurnya Letjen Yudi, Dave menekankan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti pada aspek individu saja. Ia mendesak TNI untuk menjadikan momentum ini sebagai titik tolak evaluasi kelembagaan secara menyeluruh. Tujuannya agar insiden serupa yang dapat merusak citra institusi pertahanan tidak terulang kembali di masa depan.

Komisi I juga meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan sembari memastikan bahwa prinsip transparansi tetap menjadi fondasi utama dalam setiap tindakan aparat keamanan.

MK Tolak Gugatan Terkait Kewajiban Gelar S2 bagi Calon Anggota DPR

Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengonfirmasi bahwa penyerahan jabatan Kabais telah dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, pada Rabu (25/3). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari komitmen TNI untuk bertanggung jawab penuh atas dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan anggotanya.

Selain proses internal tersebut, TNI telah melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Pertahanan guna membahas revitalisasi institusi. Agenda ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perlunya tindakan tegas terhadap setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun hukum.

“TNI berkomitmen penuh untuk menindak tegas setiap pelanggaran. Kami fokus pada pembenahan internal agar profesionalisme prajurit tetap terjaga,” tegas Mayjen Aulia.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Persib Bandung Berjanji Lakukan Evaluasi Total Usai Dijatuhi Sanksi Berat oleh AFC

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *