Berita Internasional

Mojtaba Khamenei Dilaporkan Tolak Tawaran Gencatan Senjata dari Amerika Serikat

Mojtaba Khamenei, anak dari Ayatollah Ali Khamenei, saat ayahnya masih menjabat Pemimpin Tertinggi Iran pada 30 Oktober 2024 di Teheran.(KHAMENEI.IR via AFP)

Gardupedia.com – Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dikabarkan telah menolak mentah-mentah usulan Amerika Serikat untuk meredakan ketegangan atau melakukan gencatan senjata. Langkah ini menandakan sikap keras Teheran di bawah kepemimpinan barunya dalam menghadapi konflik yang terus memanas.

Menurut laporan yang dirilis pada Selasa (17/3/2026), keputusan tersebut diambil di tengah situasi medis Mojtaba yang sedang menjadi sorotan. Ia dilaporkan tengah menjalani pemulihan di sebuah fasilitas kesehatan privat di dalam kompleks kepresidenan Rusia. Keberadaannya di Rusia tersebut menyusul pembicaraan langsung antara Presiden Vladimir Putin dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, di mana Putin menawarkan bantuan medis khusus.

Meskipun dalam kondisi pemulihan, posisi politik Mojtaba tidak menunjukkan pelemahan. Laporan intelijen Amerika Serikat menilai bahwa rezim Iran saat ini tetap solid dan justru berpotensi menjadi lebih agresif. Melalui saluran diplomatik, Iran menegaskan bahwa mereka tidak tertarik pada gencatan senjata sementara. Teheran hanya bersedia membicarakan penghentian konflik jika dilakukan secara permanen dan seluruh pasukan “agresor” ditarik mundur.

Penolakan ini juga dibarengi dengan pernyataan tegas dari Menteri Luar Negeri Iran yang membantah klaim Donald Trump terkait adanya negosiasi. Pihak Iran menegaskan kesiapan mereka untuk terus melanjutkan perlawanan selama diperlukan guna memberikan “pelajaran” kepada pihak-pihak yang telah menyerang kedaulatan mereka.

Sementara itu, di sisi lain, beberapa tokoh dunia seperti Paus Leo XIV terus menyuarakan pentingnya dialog untuk menghentikan jatuhnya korban sipil yang kian bertambah akibat eskalasi perang di Timur Tengah ini. Namun, dengan ditolaknya usulan terbaru dari AS, harapan untuk de-eskalasi dalam waktu dekat tampaknya masih jauh dari kenyataan.

MK Tolak Gugatan Terkait Kewajiban Gelar S2 bagi Calon Anggota DPR

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *