Gardupedia.com – Mata uang Garuda, Rupiah, mengakhiri sesi perdagangan pada hari Senin, 19 Januari 2026, dengan performa negatif. Kurs Rupiah merosot sebesar 68 poin dan bertengger di angka Rp16.955 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat berada di level Rp16.896.
Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Traze Andalan Futures, mengungkapkan bahwa sepanjang hari perdagangan, tekanan terhadap mata uang lokal cukup besar hingga sempat jatuh sedalam 75 poin terhadap dolar AS.
Faktor internal menjadi salah satu pemicu utama fluktuasi ini. Ibrahim menyoroti target ambisius pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mematok pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada tahun 2029. Strategi kebijakan ekonomi yang dianggap tidak lazim ini memunculkan kekhawatiran terkait risiko stabilitas nilai tukar dalam jangka menengah.
Selain itu, sentimen negatif juga dipicu oleh kondisi fiskal Indonesia. Laporan per 8 Januari 2026 menunjukkan bahwa defisit anggaran tahun lalu sudah mendekati ambang batas legal sebesar 3 persen, sementara realisasi penerimaan negara masih tergolong rendah. Kombinasi faktor-faktor inilah yang memperberat langkah Rupiah.
Dari sisi eksternal, dolar AS kian perkasa seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang diprediksi akan semakin proteksionis. Hal ini mendorong investor untuk lebih memilih aset aman (safe haven), sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Menghadapi kondisi ini, Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga stabilitas melalui intervensi di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) maupun pasar tunai. Meskipun demikian, BI diperkirakan memiliki toleransi tertentu terhadap pelemahan nilai tukar yang sifatnya moderat agar tidak terlalu menguras cadangan devisa. Sebagai langkah antisipasi, BI diprediksi akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan dalam rapat kebijakan mendatang untuk menopang nilai tukar.
Untuk perdagangan esok hari, Selasa, 20 Januari 2026, nilai tukar Rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan tren pelemahan lebih lanjut. Ibrahim memproyeksikan mata uang ini akan ditutup pada kisaran harga Rp16.950 hingga Rp16.980 per dolar AS.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment