Gardupedia.com – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Tangerang menyatakan rasa syukur dan dukungan atas keputusan perusahaan aplikator, Grab dan Gojek, yang resmi menghentikan program langganan atau layanan “Hemat”. Selama ini, skema tarif murah tersebut dinilai hanya memberikan keuntungan bagi sisi konsumen, sementara para mitra pengemudi merasa dirugikan.
Cecep (45), salah seorang pengemudi ojol yang ditemui di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Rabu (20/5/2026), mengungkapkan bahwa kebijakan tarif murah sangat menekan kesejahteraan pengemudi. Menurutnya, pendapatan yang diterima dari layanan tersebut sering kali tidak mampu menutup biaya operasional kendaraan dan kebutuhan hidup sehari-hari.
“Secara pribadi, saya sangat senang dengan langkah Grab dan Gojek yang menyetop program ini. Kami berharap dengan berakhirnya layanan Hemat, penghasilan para pengemudi bisa kembali meningkat dan nilainya lebih sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres),” tutur Cecep.
Lebih lanjut, Cecep berharap agar penghapusan fitur ini menjadi titik balik bagi perbaikan struktur pendapatan driver agar lebih manusiawi. Ia berargumen bahwa tanpa adanya tekanan tarif yang terlalu rendah, setiap pesanan yang masuk nantinya akan memiliki nilai jasa yang lebih adil dan layak bagi para pejuang jalanan.
Meskipun layanan hemat dihapus, harapan utama para pengemudi adalah stabilitas jumlah pesanan agar pendapatan mereka tetap konsisten tanpa harus mengandalkan promo yang memangkas hak para mitra.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment