Gardupedia.com — Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, resmi dimulai. Langkah awal pengerjaan proyek strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Rabu (29/7/2026).
Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dan tercantum pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 ini digarap melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Total nilai investasi yang dikucurkan mencapai 400 juta dollar AS atau setara dengan Rp 7,2 triliun.
Pembangunannya dipercayakan kepada PT Jabar Environmental Solution, sebuah perusahaan konsorsium (joint venture) yang terdiri dari Sumitomo Corporation, Hitachi Zosen (Hitz), dan PT Energia Prima Nusantara.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa keberadaan fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai pengolah limbah, melainkan juga instrumen penting dalam percepatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).
“Pembangunan PSEL ini merupakan tonggak penting dalam upaya pengelolaan sampah di daerah perkotaan untuk mengatasi krisis penumpukan sampah harian dan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta mewujudkan transformasi energi sebagai energi baru dan terbarukan dari pengelolaan sampah,” ujar Yuliot dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama tersebut.
Secara teknis, PSEL Legok Nangka dirancang memiliki kapasitas daya pembangkit listrik sebesar 40,79 Megawatt (MW). Masa konstruksi dijadwalkan berlangsung selama 41 bulan dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada tahun 2029. Selama masa pembangunan, proyek ini diperkirakan mampu menyerap hingga 1.565 tenaga kerja.
Mengingat mendesaknya kebutuhan pengolahan limbah perkotaan, Yuliot mengimbau seluruh pihak terkait untuk bersinergi demi mempercepat penyelesaian proyek agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
“Kami mengharapkan pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan percepatan sehingga PSEL Legok Nangka dapat beroperasi lebih awal. Untuk itu, diperlukan dukungan dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Yuliot.


Comment