Berita NASIONAL

Selly PDIP Kritik Usulan Menteri PPPA: Keselamatan Bukan Soal Posisi Gerbong, Tapi Sistem!

Sejumlah petugas mengevakuasi badan KRL pasca kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).(KOMPAS.COM/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)

Gardupedia.com – Fraksi PDI Perjuangan melalui anggotanya di Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, melontarkan kritik terhadap usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. Kritik ini berkaitan dengan rencana pemindahan posisi gerbong khusus perempuan di KRL (Kereta Rel Listrik) dari ujung rangkaian ke posisi tengah.

Selly menegaskan bahwa persoalan mendasar dalam transportasi publik adalah keamanan sistem secara menyeluruh, bukan sekadar urusan tata letak gerbong. Menurutnya, pemindahan posisi penumpang hanyalah langkah mitigasi sementara yang belum menyentuh akar permasalahan.

Politisi PDI-P tersebut berpendapat bahwa pemerintah seharusnya memprioritaskan evaluasi total terhadap infrastruktur perkeretaapian. Fokus utama harus diberikan pada pembenahan sistem persinyalan, prosedur keadaan darurat, ketahanan rangkaian kereta, hingga mitigasi risiko tabrakan.

“Solusi yang tepat adalah membenahi sistemnya, bukan memindahkan orangnya. Jika standar keamanannya sudah mumpuni, di mana pun posisi gerbong berada, keselamatan penumpang akan terjamin,” ujar Selly dalam keterangannya pada Rabu (29/4/2026).

Meski mengkritik usulan relokasi, Selly tetap sepakat bahwa gerbong khusus perempuan sangat diperlukan sebagai bentuk afirmasi untuk mencegah tindakan pelecehan seksual di transportasi umum. Namun, ia menekankan bahwa aspek perlindungan ini harus dibarengi dengan fasilitas pendukung yang konkret, seperti:

Prabowo Resmikan Tahap Kedua Hilirisasi: 13 Proyek Strategis Senilai Rp116 Triliun Mulai Dibangun

  1. Penyediaan sistem tombol darurat (panic system).
  2. Penempatan petugas respons cepat di setiap rangkaian.
  3. Desain evakuasi yang memadai bagi kelompok rentan.

Kritik ini mencuat menyusul tragedi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur yang mengakibatkan 15 orang meninggal dunia. Karena gerbong di bagian ujung rangkaian biasanya mengalami kerusakan terparah saat kecelakaan, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong wanita dipindahkan ke tengah untuk meminimalkan risiko fatal bagi penumpang perempuan, sementara gerbong ujung diisi oleh laki-laki.

Namun, bagi PDI-P, pemerintah tidak boleh terjebak pada solusi administratif semata. Tragedi Bekasi harus menjadi momentum bagi negara untuk memastikan setiap inci dari rangkaian kereta baik di ujung maupun di tengah aman bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *