Jombang, Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang kembali menorehkan tinta emas di panggung internasional. Dua santri berprestasi dari Asrama Sunan Ampel Putra, yaitu M Rafli Husein Abdillah dan M Rois Maulana, telah menjadi duta Indonesia dalam ajang bergengsi Lomba Kaligrafi Tingkat Internasional Khat Maghribi di Montreal, Kanada, tahun 2025.
Keikutsertaan dua santri ini, yang dikenal memiliki bakat luar biasa dalam seni khat, membuktikan kualitas pendidikan seni kaligrafi yang mumpuni di lingkungan Pesantren Denanyar. Mereka berkompetisi dengan kaligrafer-kaligrafer terbaik dari berbagai belahan dunia, secara khusus dalam kategori Khat Maghribi, salah satu jenis kaligrafi Islam tradisional yang memiliki ciri khas tersendiri.
M Rois Maulana Raih Juara Harapan 2
Kebahagiaan memuncak ketika nama salah satu santri, M Rois Maulana, diumumkan sebagai peraih Juara Harapan 2 dalam kompetisi tersebut. Pencapaian ini menjadi sebuah kebanggaan besar bagi Ponpes Mamba’ul Ma’arif, khususnya Asrama Sunan Ampel Putra, dan juga bagi bangsa Indonesia.
Gelar Juara Harapan 2 di tingkat internasional ini merupakan pengakuan atas ketekunan dan keahlian M Rois Maulana dalam menguasai gaya Khat Maghribi.
Apresiasi dan Pesan dari Pengasuh Pesantren
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, KH. Ahmad Athoillah, menyampaikan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas capaian kedua santri tersebut. Beliau menegaskan bahwa prestasi ini adalah hasil dari komitmen pesantren dalam melestarikan seni Islam.
“Kami sangat bersyukur. Prestasi ini bukan hanya soal juara, tapi juga menunjukkan bahwa santri Indonesia mampu membawa nama baik bangsa di level dunia. Khusus untuk ananda M Rois Maulana, gelar Juara Harapan 2 di ajang sekelas Montreal ini adalah bukti nyata dari barokah ilmu dan ketekunan. Dan untuk ananda M Rafli Husein Abdillah, kehadirannya di sana sudah merupakan kemenangan. Kami berharap, semangat juang dan kecintaan pada seni kaligrafi ini terus menjadi inspirasi bagi seluruh santri Denanyar, bahwa ilmu yang dipelajari di pesantren dapat membawa mereka hingga ke manca negara,” ujar KH. Ahmad Athoillah.
Prestasi M Rafli Husein Abdillah dan M Rois Maulana ini sekali lagi menegaskan bahwa pesantren adalah pusat pencetak ahli dalam ilmu agama sekaligus seniman-seniman berkaliber dunia.
Selamat dan sukses untuk M Rafli Husein Abdillah dan M Rois Maulana!


Comment