Berita Regional

Tangerang Selatan Jadi Daerah Paling Akhir Memasuki Musim Kemarau 2026 di Banten

Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI), Pamulang, Tangerang Selatan masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi mencapai setinggi satu meter hingga Sabtu (4/4/2026) malam.(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

Gardupedia.com – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II menyatakan bahwa Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diprediksi menjadi wilayah terakhir di Provinsi Banten yang akan memasuki musim kemarau pada tahun 2026. Hingga saat ini, kondisi cuaca di Tangsel dinilai masih berada dalam fase peralihan atau pancaroba.

Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa berdasarkan data pemantauan, curah hujan di wilayah Tangsel masih tergolong cukup tinggi, yakni di angka 50 hingga 150 milimeter per dasarian. Dominasi hujan dengan intensitas sedang ini menjadi indikator kuat bahwa Tangsel belum sepenuhnya beranjak ke periode musim kering.

Meskipun beberapa daerah lain di Banten seperti Cilegon dan Serang bagian utara sudah mulai memasuki kemarau, Tangsel justru mengalami keterlambatan. Hartanto menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain:

  1. Lokasi dan karakteristik wilayah yang unik.
  2. Kadar uap air di atmosfer Tangsel masih sangat tinggi (berkisar antara 60 hingga 95 persen).
  3. Dinamika angin yang menahan massa udara lembap di wilayah tersebut.

Secara umum, BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Banten akan memiliki karakteristik sekitar 62 persen wilayah Banten akan mengalami kemarau lebih cepat dari biasanya. Masa kekeringan diperkirakan akan berlangsung lebih panjang. Curah hujan selama kemarau diprediksi berada di bawah normal akibat pengaruh fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat.

    BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau di Banten akan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2026. Meski sudah mulai memasuki fase kering, potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang masih mungkin terjadi pada sore atau malam hari akibat pemanasan permukaan bumi yang kuat pada siang hari.

    Putri KW Targetkan Indonesia Sapu Bersih Kemenangan di Fase Grup Uber Cup

    Masyarakat diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi, seperti:

    • Mulai menghemat penggunaan cadangan air bersih.
    • Waspada terhadap risiko kebakaran hutan atau lahan kering.
    • Menjaga kondisi kesehatan tubuh menghadapi cuaca panas yang ekstrem.
    • Tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi singkat selama masa transisi yang diperkirakan berlangsung hingga awal Juni.

    Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

    Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *