Berita Technology Transportasi

Inovasi Terkini dalam Persinyalan Kereta Api: Signaling X Siemens Diklaim Mampu Menghemat Energi Hingga 30 Persen

Uji coba teknologi Signaling X. Sumber gambar: pers rilis.

Gardupedia.com – Sistem persinyalan memainkan peran fundamental dalam memastikan keselamatan operasional kereta api. Pentingnya teknologi ini terlihat jelas mengingat catatan kecelakaan kereta api di Indonesia yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Indonesia mencatat 103 insiden kereta api antara tahun 2007 hingga 2023. Sekitar 70 persen insiden terjadi di perlintasan sebidang, umumnya karena pengguna jalan menerobos palang pintu.

Namun, terdapat pula 23 kasus tabrakan antar-kereta. Tabrakan ini dipicu oleh beragam penyebab. Faktor manusia menjadi salah satunya, di mana petugas tidak mematuhi sinyal berhenti, seringkali akibat kelelahan, hilangnya konsentrasi, atau salah menafsirkan arti sinyal. Masalah komunikasi yang kurang jelas antara masinis dan petugas pengatur perjalanan kereta juga turut menjadi pemicu. Selain itu, faktor teknologi seperti kerusakan sistem interlocking atau gangguan komunikasi antar-pos sinyal pada jalur yang belum dilengkapi centralized traffic control (kontrol lalu lintas terpusat) turut berkontribusi dalam insiden.

Fungsi utama persinyalan adalah mengatur pergerakan kereta agar selalu aman, mencakup tiga aspek krusial: mencegah dua kereta memasuki jalur yang sama secara bersamaan, menjaga jarak aman agar tidak terjadi tabrakan dari belakang, dan memastikan proses perpindahan jalur (wesel) dilakukan dengan aman dan terkoordinasi.

Sejalan dengan kemajuan zaman, teknologi persinyalan telah mengalami evolusi signifikan. Pada awal penerapannya di abad ke-19 atau awal abad ke-20, sistem yang digunakan masih bersifat mekanis. Sistem ini dioperasikan secara manual menggunakan tuas mekanik dan kabel baja, memiliki keunggulan kesederhanaan dan tidak bergantung pada listrik. Namun, kelemahannya adalah rentan terhadap kelalaian manusia dan memiliki jarak kendali yang terbatas. Perkembangan kemudian berlanjut ke era elektromekanis, lalu memasuki sistem elektronik dan komputerisasi, dan kini tiba pada era digital serta otomatisasi penuh.

Teknologi terbaru yang menjadi sorotan dalam otomatisasi penuh ini adalah Signaling X, yang diperkenalkan oleh Siemens Mobility. Sistem ini merepresentasikan generasi terbaru dari Communications-Based Train Control (CBTC), dengan infrastruktur terpusat yang sudah siap berbasis cloud.

Kerbau Albino di Bangladesh Menjadi Viral Karena Mirip Donald Trump, Siap Dikurbankan

Perwakilan dari Indonesia berkesempatan melihat langsung demonstrasi sistem Signaling X di Singapore Rail Test Center. Klaim utama dari teknologi ini adalah kemampuannya memusatkan semua fungsi kontrol ke satu pusat data tunggal. Melalui sentralisasi ini, sistem Signaling X diklaim mampu meningkatkan efisiensi operasional dan berpotensi menghasilkan penghematan energi hingga 30 persen dalam pengoperasian kereta api.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *