Gardupedia.com – Banjir akibat tingginya curah hujan telah menerjang beberapa daerah di Pulau Jawa, menyebabkan ratusan rumah terendam dan merusak sejumlah fasilitas publik. Pemerintah daerah di lokasi-lokasi terdampak telah bergegas mengambil tindakan untuk memastikan keselamatan penduduk.
Banjir rob (pasang air laut) melanda permukiman di wilayah pesisir Subang, Jawa Barat, dengan ketinggian air mencapai antara 20 hingga 60 sentimeter. Banjir terjadi di Kecamatan Blanakan, serta di Desa Mayangan dan Desa Legonwetan di Kecamatan Legonkulon.
Ratusan rumah warga terendam, mengganggu aktivitas masyarakat karena jalan dan fasilitas umum juga ikut tergenang. Anggota BPBD Subang, Didin Tajudin, pada Kamis (4/12) mengonfirmasi bahwa air telah memasuki permukiman di Desa Mayangan dan Legonwetan dengan ketinggian hingga 60 cm.
Dampak banjir menyebabkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah dipulangkan lebih awal karena kekhawatiran air akan terus naik dan membahayakan siswa. Warga yang terdampak hanya bisa mengevakuasi barang-barang berharga mereka.
Curah hujan tinggi pada Kamis (4/12) sekitar pukul 18.15 WIB memicu banjir di sejumlah kecamatan. BPBD Jawa Barat mencatat lima desa/kelurahan terdampak. Wilayah terparah berada di Bojongsoang dengan 615 unit rumah terendam. Lima desa/kelurahan yang dilanda banjir meliputi Cingcin (Kecamatan Soreang), Bojongsoang (Kecamatan Bojongsoang), Kamasan dan Margahurip (Kecamatan Banjaran), Cangkuang Wetan (Kecamatan Dayeuhkolot), Di Kamasan, genangan juga merendam sekitar 80 unit rumah.
Meskipun tidak termasuk dalam banjir akibat curah hujan tinggi yang baru terjadi di Subang dan Bandung, Kabupaten Malang juga pernah dilanda banjir bandang pada beberapa waktu sebelumnya, mengakibatkan ratusan rumah terendam dan memaksa warga mengungsi, bahkan menyebabkan satu korban jiwa dilaporkan.
Sedikitnya 39 titik di Kota Malang, Jawa Timur, terendam banjir sejak Kamis (4/12). Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menyatakan bahwa banjir dipicu oleh hujan lebat pada Kamis siang yang menyebabkan debit air sungai dan drainase meningkat, kemudian meluap ke jalan dan permukiman.
Selain 39 titik banjir, dilaporkan juga terjadi 1 pohon tumbang. Banyak warga yang terjebak di dalam rumah. Banjir terjadi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Blimbing, Sukun, dan Lowokwaru, dengan tingkat keparahan yang berbeda. Genangan juga dilaporkan terjadi di sekitar cafe Soehat dan dekat RS Universitas Brawijaya.
Prayitno menegaskan bahwa fokus utama dalam tanggap bencana adalah keselamatan masyarakat. Tindakan yang diambil termasuk mengevakuasi keluarga dan mematikan aliran listrik untuk menghindari risiko korsleting.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !
Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)


Comment