Berita Ekonomi

Daftar 10 Provinsi dengan UMP Terendah di Indonesia Tahun 2026

Ilustrasi uang. Daftar lengkap 10 provinsi dengan UMP 2026 terendah beserta nominal kenaikannya dibandingkan tahun sebelumnya.

Gardupedia.com – Pemerintah melalui kementerian terkait telah merilis rincian besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2026. Data ini menunjukkan disparitas ekonomi antarwilayah, di mana beberapa provinsi masih memiliki standar upah yang relatif lebih rendah dibandingkan daerah lainnya, terutama di Pulau Jawa dan wilayah Indonesia Tengah.

Meskipun terdapat kenaikan tahunan, nominal UMP di sepuluh wilayah ini menjadi sorotan karena berada di urutan terbawah dalam daftar pengupahan nasional.

Provinsi Jawa Tengah masih menduduki peringkat pertama sebagai wilayah dengan UMP paling rendah di Indonesia. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan struktur biaya hidup di wilayah tersebut serta upaya menjaga daya saing industri manufaktur. Selain Jawa Tengah, beberapa provinsi di Pulau Jawa seperti Jawa Timur dan Jawa Barat juga masuk dalam jajaran terbawah.

Berikut adalah daftar provinsi dengan nominal UMP 2026 paling rendah :

PeringkatProvinsiEstimasi Nominal UMP 2026
1Jawa TengahRp2.100.000 – Rp2.200.000
2Jawa TimurRp2.200.000 – Rp2.300.000
3Jawa BaratRp2.200.000 – Rp2.350.000
4Daerah Istimewa YogyakartaRp2.250.000 – Rp2.400.000
5Nusa Tenggara Barat (NTB)Rp2.500.000 – Rp2.600.000
6Nusa Tenggara Timur (NTT)Rp2.550.000 – Rp2.650.000
7LampungRp2.800.000 – Rp2.900.000
8BengkuluRp2.850.000 – Rp2.950.000
9Sulawesi BaratRp2.950.000 – Rp3.050.000
10Sulawesi TenggaraRp3.000.000 – Rp3.100.000

Catatan: Angka di atas merupakan estimasi berdasarkan penyesuaian regulasi terbaru. Nominal pastinya dapat sedikit bervariasi tergantung pada keputusan final gubernur masing-masing daerah yang biasanya mempertimbangkan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Kerbau Albino di Bangladesh Menjadi Viral Karena Mirip Donald Trump, Siap Dikurbankan

Rendahnya angka UMP di provinsi-provinsi di atas umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya biaya kebutuhan pokok di wilayah tersebut cenderung lebih terjangkau dibanding wilayah seperti DKI Jakarta atau Papua, laju pertumbuhan ekonomi yang berbeda memengaruhi kemampuan perusahaan di daerah tersebut dalam membayar upah dan Populasi yang besar di Pulau Jawa menciptakan persediaan tenaga kerja yang melimpah, yang secara tidak langsung memengaruhi standar upah minimum.

    Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

    Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)

    Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *