Berita Ekonomi

BI Ungkap Faktor Utama Pelemahan Rupiah yang Nyaris Tembus Rp 17.000 Per Dollar

Ilustrasi kurs dollar AS (USD) terhadap rupiah (IDR) hari ini. (KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA)

Gardupedia.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren penurunan hingga mendekati level psikologis baru, yakni Rp 17.000. Menanggapi kondisi ini, Bank Indonesia (BI) membeberkan sejumlah alasan di balik merosotnya mata uang Garuda dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu pemicu utama pelemahan ini adalah kondisi ketidakpastian ekonomi global yang meningkat. BI mencatat bahwa kebijakan perdagangan internasional, termasuk rencana penerapan tarif impor yang tinggi oleh pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump, menjadi faktor penekan utama. Kekhawatiran akan terjadinya perang dagang global membuat para investor cenderung menarik modal mereka dari pasar negara berkembang (emerging markets) seperti Indonesia dan mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman (safe haven), seperti dollar AS.

Selain faktor eksternal, kondisi internal Indonesia juga turut memengaruhi stabilitas nilai tukar. Kebutuhan dollar AS yang tinggi untuk mendanai impor energi masih menjadi beban struktural bagi rupiah. Pola subsidi energi yang dinilai belum efisien menciptakan permintaan dolar yang konsisten di pasar domestik, sehingga memperlemah posisi rupiah secara bertahap.

Berdasarkan pantauan di berbagai perbankan, nilai jual dollar AS sudah menyentuh angka yang mengkhawatirkan. Beberapa bank swasta nasional dilaporkan telah menetapkan kurs jual di kisaran Rp 16.950 hingga Rp 16.993 per dollar AS. Bahkan, perbankan BUMN pun mencatat angka yang tidak jauh berbeda, menunjukkan tekanan yang merata di seluruh sektor keuangan.

Menghadapi situasi ini, Bank Indonesia memastikan akan tetap berada di pasar untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan valuta asing. BI berkomitmen melakukan intervensi guna memastikan volatilitas rupiah tetap terkendali dan tidak mengganggu stabilitas makro ekonomi serta proses transformasi ekonomi nasional yang sedang berjalan.

Kerbau Albino di Bangladesh Menjadi Viral Karena Mirip Donald Trump, Siap Dikurbankan

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *