Berita NASIONAL

Prabowo Mengakui Perang di Timur Tengah Akan Berdampak Buruk, Rakyat Diminta Bersiap

Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco dari Hambalang, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). (Dok. Setpres)

Gardupedia.com – Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi memberikan pernyataan terkait eskalasi konflik yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah. Dalam keterangannya, Prabowo secara terbuka mengakui bahwa situasi global yang tidak menentu tersebut akan membawa tantangan berat bagi Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Presiden di sela-sela peresmian 218 jembatan yang dilakukan secara virtual dari kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Senin (9/3/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, melainkan akan bersikap transparan mengenai potensi kesulitan yang akan datang.

“Kita harus memiliki keberanian untuk mengakui dan menghadapi tantangan ini. Pemerintah tidak akan bersembunyi di balik sistem yang ada atau bersikap seolah-olah tidak ada masalah,” tegas Prabowo sebagaimana dikutip dari tayangan Sekretariat Presiden.

Salah satu kekhawatiran utama yang disoroti Presiden adalah potensi lonjakan harga pangan global yang dipicu oleh melambungnya harga minyak dunia akibat perang. Namun, Prabowo merasa optimistis karena Indonesia saat ini berada di jalur yang tepat menuju swasembada pangan, terutama untuk komoditas beras.

Selain pangan, ia juga menyinggung target swasembada energi. Prabowo meyakini bahwa di masa depan, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM) karena memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan yang berasal dari tanaman, seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu.

Kuras Rp 1,5 Miliar dari APBN, Proyek Sumur Bor di Rote Ndao Harus Tepat Sasaran

Terkait posisi diplomatik, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif serta non-blok. Menurutnya, meskipun secara geografis Indonesia jauh dari titik konflik seperti Ukraina atau Timur Tengah, dampak ekonominya tetap akan terasa. Dengan tetap netral dan tidak memihak blok manapun, Indonesia diharapkan bisa lebih fleksibel dalam menjaga stabilitas nasional.

Sebagai langkah lanjutan, Presiden Prabowo berencana memberikan taklimat atau penjelasan lebih mendalam kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat untuk menjabarkan strategi pemerintah dalam memitigasi dampak perang tersebut.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *