Berita Ekonomi

Kenaikan Harga Avtur Hingga 70 Persen, Industri Penerbangan Desak Revisi Tarif Batas Atas

Aktivitas pengisian bahan bakar minyak avtur ke pesawat. Harga avtur di wilayah Papua menjadi perhatian oleh wakil rakyat untuk mengantisipasi tingginya harga tiket pesawat.

Gardupedia.com – Lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) yang sangat tajam memaksa maskapai penerbangan nasional melalui Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) untuk meminta langkah cepat dari pemerintah. INACA secara resmi mendesak Kementerian Perhubungan agar segera mengevaluasi dan menaikkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat serta biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge).

Berdasarkan data terbaru per 1 April 2026, harga avtur domestik dilaporkan meroket hingga 70%, sementara untuk rute internasional kenaikannya menyentuh angka 80%. Krisis geopolitik yang terjadi di Timur Tengah disebut menjadi pemicu utama melambungnya harga minyak dunia yang berdampak langsung pada biaya operasional penerbangan.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menjelaskan bahwa di Bandara Soekarno-Hatta saja, harga avtur melonjak dari kisaran Rp13.656 per liter pada Maret menjadi Rp23.551 per liter pada April 2026. Jika dikalkulasi sejak kebijakan TBA pertama kali ditetapkan pada tahun 2019 (saat harga masih di angka Rp7.970), maka total kenaikan biaya bahan bakar saat ini sudah mencapai 295%.

Desakan kenaikan tarif ini bukan tanpa alasan. Komponen bahan bakar berkontribusi sekitar 40% dari total biaya operasional maskapai. Jika tarif tidak segera disesuaikan, maskapai khawatir akan kesulitan menjaga kesehatan finansial yang berujung pada ancaman terhadap keselamatan penerbangan (safety) serta konektivitas udara nasional.

INACA sebelumnya sempat mengusulkan kenaikan sebesar 15% untuk tarif dasar dan fuel surcharge. Namun, melihat kondisi harga avtur yang melampaui prediksi, asosiasi meminta pemerintah melakukan penyesuaian yang lebih proporsional dengan kondisi pasar saat ini.

Kerbau Albino di Bangladesh Menjadi Viral Karena Mirip Donald Trump, Siap Dikurbankan

Menanggapi tekanan tersebut, pihak pemerintah melalui kementerian terkait menyatakan tengah memantau situasi secara saksama. Meskipun pasokan bahan bakar dipastikan aman, pemerintah perlu menyeimbangkan antara keberlangsungan bisnis maskapai dengan daya beli masyarakat agar mobilitas warga tetap terjaga.

Keputusan final mengenai revisi TBA tiket pesawat ini masih menunggu hasil kajian mendalam terkait kondisi ekonomi maskapai dan pembaruan data dari sektor energi.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *