Gardupedia.com – Insiden ledakan hebat di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar. Selain menghancurkan bangunan, peristiwa ini merampas sumber penghasilan utama warga yang tinggal berdampingan dengan fasilitas tersebut.
Ledakan mulai terdengar sekitar pukul 20.49 WIB dengan kekuatan yang sangat besar hingga menyerupai suara bom. Berdasarkan penuturan saksi mata, sebelum ledakan terjadi, bau gas yang menyengat sudah tercium sejak sore hari. Pihak pengelola melalui pengeras suara mushala sempat memperingatkan warga untuk waspada. Namun, api muncul begitu cepat, diikuti serangkaian ledakan sebanyak tujuh kali yang membuat kobaran api langsung menyambar permukiman warga.
Salah satu warga yang terdampak parah adalah Nanang. Ia harus merelakan tiga kios perabotannya hangus tanpa sisa. Kerugian material yang dideritanya ditaksir mencapai Rp500 juta, ditambah uang tunai senilai Rp60 juta yang ikut terbakar di dalam bangunan. “Tidak ada yang bisa diselamatkan,” ungkapnya dengan penuh kesedihan.
Kios-kios yang berada tepat di depan SPBE tersebut merupakan satu-satunya tumpuan hidup keluarganya yang kini musnah dalam sekejap. Hal serupa dirasakan puluhan warga lainnya yang rumahnya ludes terbakar atau mengalami kerusakan struktural serius akibat kuatnya getaran ledakan dan paparan api.
Hingga laporan terakhir, tercatat sedikitnya 12 hingga 14 orang mengalami luka bakar serius, dengan tingkat luka mencapai 60 hingga 90 persen. Para korban, yang terdiri dari pekerja SPBE dan warga sekitar, kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kondisi di lokasi kejadian sesaat setelah ledakan sangat mencekam. Aliran listrik dipadamkan secara total demi keamanan, sementara asap hitam pekat terus membumbung tinggi di tengah gang-gang sempit yang menyulitkan akses mobil pemadam kebakaran.
Pihak Pertamina menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas biaya perawatan para korban dan perbaikan kerusakan bangunan warga. Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi bersama kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti kebocoran gas yang memicu ledakan tersebut. Pemerintah juga tengah mengkaji ulang izin operasional SPBE yang letaknya dianggap terlalu dekat dengan permukiman padat penduduk.
Bagi warga Cimuning, harapan saat ini adalah segera mendapatkan tempat tinggal sementara dan kepastian bantuan agar mereka bisa kembali memulai usaha untuk menyambung hidup.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment