Berita Regional

Tragedi Kamping Kledung: Mahasiswa UGM dan Keluarga Diduga Tewas Akibat Keracunan Makanan

Suasana rumah duka almarhum Ali Munawar di Kebumen Banyubiru Kabupaten Semarang(KOMPAS.com/Dian Ade Permana)

Gardupedia.com – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) tengah mendalami penyebab kematian satu keluarga asal Ambarawa yang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat berkemah di kawasan wisata Kledung, Temanggung. Dugaan kuat mengarah pada keracunan makanan berdasarkan temuan barang bukti di lokasi kejadian.

Kapolres Temanggung, AKBP Aryo Seno, mengonfirmasi bahwa penemuan empat jenazah tersebut bermula dari kecurigaan pengelola wisata karena para korban tidak kunjung keluar dari tenda hingga melewati batas waktu sewa.

“Saat tenda dibuka oleh petugas saksi, keempat korban sudah dalam posisi kaku. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh korban. Namun, kami menemukan sisa makanan berupa daging panggang atau barbeque di dalam area tenda,” ujar AKBP Aryo Seno kepada awak media, Kamis (28/5/2026).

Pihak kepolisian saat ini telah mengamankan sisa makanan tersebut untuk diuji di Laboratorium Forensik (Labfor).

“Kami masih menunggu hasil resmi dari Labfor Polda Jateng untuk memastikan kandungan zat di dalam makanan tersebut. Dugaan sementara adalah keracunan, namun penyebab pastinya harus melalui pembuktian ilmiah,” tambahnya.

Tak Sekadar Jaga Keamanan, Menhan Sjafrie Sebut Prajurit TNI Kini Membaur Hingga Jadi Imam

Salah satu korban, Bagas Amar Hakiki (21), teridentifikasi sebagai mahasiswa aktif semester akhir di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. Kepergian Bagas meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan dan jajaran staf pengajar di kampusnya.

Dekan FIB UGM, Prof. Setiadi, menyampaikan belasungkawa resmi atas musibah yang menimpa salah satu anak didiknya tersebut.

“Kami keluarga besar FIB UGM merasa sangat kehilangan. Bagas dikenal sebagai mahasiswa yang santun dan aktif di program studi Sastra Prancis. Kami mendoakan agar almarhum beserta seluruh anggota keluarga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkap Prof. Setiadi saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Berdasarkan data kependudukan, keempat korban yang merupakan warga Desa Panjang, Ambarawa, Kabupaten Semarang tersebut adalah:

  • Muhammad Ali Munawar (52) – Kepala Keluarga
  • Maghfirah (43) – Istri
  • Bagas Amar Hakiki (21) – Anak (Mahasiswa UGM)
  • Alvino Evan Hakim (16) – Anak (Pelajar)

Jenazah para korban saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga besar di Ambarawa untuk dimakamkan setelah menjalani prosedur autopsi di RSUD Temanggung. Pihak pengelola wisata Kledung pun menutup sementara area perkemahan guna keperluan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Kemenhaj Terbitkan Jadwal Lontar Jumrah, Jemaah RI Dilarang Beraktivitas pada Siang Hari

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *