Gardupedia.com – Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai elemen organisasi di Bandung turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa. Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan krusial, mulai dari penghapusan sistem kerja alih daya (outsourcing) hingga penghentian gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang kian marak.
Massa memulai aksi dengan melakukan long march dari titik kumpul di depan Monumen Perjuangan menuju depan Gedung Sate dan Kantor DPRD Jawa Barat. Sambil membentangkan spanduk dan poster bernada protes, para mahasiswa bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti kondisi kesejahteraan pekerja di Indonesia yang dinilai semakin memprihatinkan.
Koordinator lapangan aksi menyatakan bahwa kebijakan ketenagakerjaan saat ini, termasuk regulasi yang melonggarkan aturan outsourcing, sangat merugikan kaum buruh karena memangkas kepastian kerja dan jaminan masa depan. Menurut mereka, sistem ini hanya menjadikan tenaga kerja sebagai komoditas yang bisa dibuang kapan saja tanpa kompensasi yang layak.
Selain masalah outsourcing, demonstran juga menyoroti tingginya angka PHK yang terjadi di berbagai sektor industri di Jawa Barat dalam beberapa bulan terakhir. Mereka mendesak pemerintah untuk segera melakukan intervensi guna melindungi hak-hak pekerja dan memberikan solusi konkret atas ketidakpastian ekonomi yang menghantui para buruh.
Dalam pernyataan sikapnya, para mahasiswa menuntut pemerintah untuk:
- Menghapus sistem kerja outsourcing yang dianggap eksploitatif.
- Menghentikan praktik PHK sepihak dan memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi pekerja.
- Mencabut regulasi ketenagakerjaan yang dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil.
Aksi yang berlangsung hingga sore hari ini berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Meski sempat menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama di pusat kota Bandung, unjuk rasa berakhir dengan tertib setelah perwakilan mahasiswa menyerahkan naskah tuntutan mereka kepada pihak berwenang.
Para mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas antara kaum intelektual dan kelas pekerja, serta berjanji akan terus mengawal isu-isu ketenagakerjaan hingga ada perubahan kebijakan yang nyata dari pemerintah.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment