Gardupedia.com – Polemik mengenai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memasuki babak baru. Meski Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah memutuskan untuk menggelar ulang babak final, SMAN 1 Pontianak secara resmi menyatakan mengundurkan diri dan tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan ulang tersebut.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh pihak sekolah melalui pernyataan sikap resmi yang diunggah di akun Instagram @smansaptk.informasi pada Kamis (14/5/2024).
SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa mereka memilih untuk menghormati hasil lomba yang sebelumnya telah ditetapkan. Meskipun sempat terjadi dinamika dan perdebatan mengenai penilaian juri, sekolah kini menyatakan dukungannya kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan resmi Kalimantan Barat untuk melaju ke tingkat nasional di Jakarta.
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menjelaskan bahwa langkah protes yang diambil sebelumnya semata-mata bertujuan untuk meminta kejelasan, transparansi, dan akuntabilitas dalam mekanisme lomba. Pihak sekolah menegaskan tidak ada niat untuk menjatuhkan kredibilitas penyelenggara (MPR RI) maupun menganulir kemenangan sekolah lain.
Sekolah menyampaikan terima kasih kepada MPR RI yang telah mendengarkan aspirasi mereka, memohon maaf, dan berkomitmen untuk memperbaiki sistem penjurian di masa mendatang. Bagi SMAN 1 Pontianak, komitmen perbaikan dari lembaga negara tersebut sudah dianggap sebagai pencapaian positif dari perjuangan mereka menuntut keadilan.
Ketimbang mengikuti lomba ulang, tim LCC SMAN 1 Pontianak, termasuk siswi Josepha Alexandra (Ocha) yang sempat viral karena keberaniannya berargumen dengan juri, memilih untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi. Mereka ingin fokus mengembangkan potensi diri untuk kompetisi di masa yang akan datang.
Sebelumnya, video rekaman final LCC 4 Pilar di Kalbar sempat viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, tim SMAN 1 Pontianak merasa poin mereka dikurangi secara tidak adil oleh juri karena masalah pelafalan jawaban, padahal substansi jawaban dianggap benar oleh penonton dan netizen. Menanggapi kegaduhan tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani sempat memerintahkan agar final diulang dengan juri yang baru demi menjaga integritas kompetisi.
Namun, dengan sikap “legawa” (besar hati) dari SMAN 1 Pontianak ini, maka babak final ulang kemungkinan besar tidak akan diikuti oleh mereka, dan polemik ini dianggap selesai demi menjaga sportivitas serta persaudaraan antar-pelajar di Kalimantan Barat.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment