Gardupedia.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan bahwa penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah tidak selamanya membawa dampak negatif. Menurutnya, kondisi ini justru membawa kabar gembira bagi jutaan petani Indonesia, khususnya mereka yang bergerak di sektor komoditas ekspor.
Dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026), Sudaryono menjelaskan bahwa ketika nilai Dolar naik, pendapatan para petani dari komoditas yang diekspor otomatis meningkat saat dikonversi ke dalam mata uang Rupiah.
Sejumlah produk perkebunan dan pertanian yang kini sedang menikmati keuntungan dari selisih kurs tersebut antara lain:
- Kopi
- Karet
- Cengkeh
- Gula aren dan gula kelapa
- Serabut kelapa
“Banyak petani kita yang merasa senang karena pembayaran ekspor produk mereka, seperti kopi, karet, hingga serabut kelapa, menggunakan mata uang Dolar. Jadi, pelemahan Rupiah ini justru memberikan nilai tambah bagi mereka,” ujar Sudaryono.
Wamentan juga menyoroti peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi desa yang mulai aktif menembus pasar mancanegara. Ia mencatat telah meresmikan berbagai kegiatan ekspor di sejumlah wilayah, termasuk Banjarnegara, Banyumas, Jember, Kulon Progo, hingga beberapa daerah di Jawa Timur. Pertumbuhan ekspor di level desa ini dianggap sebagai indikator positif bagi kesejahteraan petani lokal.
Meski mengakui bahwa pelemahan Rupiah memberatkan sektor pangan yang masih bergantung pada impor, Sudaryono melihat situasi ini sebagai momentum emas. Ia mendorong agar Indonesia semakin memacu produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor dan justru memperbesar volume ekspor.
Berdasarkan data pasar, nilai tukar Rupiah berada di posisi Rp 17.744 per Dolar AS pada sore hari tersebut. Walaupun terus mengalami tekanan, Bank Indonesia menilai depresiasi mata uang Garuda masih terkendali di kisaran 5%.
Wamentan menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa jika Indonesia mampu memanfaatkan krisis nilai tukar ini dengan menggenjot ekspor dan mencapai swasembada, maka tantangan ekonomi saat ini bisa berubah menjadi peluang besar untuk kemandirian pangan nasional.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment