Berita NASIONAL

Kementerian ESDM Jamin Stok BBM Nasional Aman, Sampai Berapa Hari?

Ilustrasi cadangan minyak. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

Gardupedia.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan pembaruan terkait kondisi ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Pemerintah menegaskan bahwa cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri saat ini berada pada level yang aman dan melampaui ambang batas minimal operasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa stok BBM nasional saat ini memiliki durasi ketahanan antara 20 hingga 23 hari, dengan kapasitas maksimal mencapai 25 hari. Menurut Bahlil, durasi ini dipengaruhi oleh keterbatasan infrastruktur penyimpanan (storage) yang ada saat ini, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam jangka pendek.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan bahwa ketersediaan berbagai jenis BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, berada dalam kondisi stabil. Yuliot menjelaskan bahwa cadangan operasional untuk jenis BBM tertentu bahkan jauh melampaui batas minimal.

“Kalau untuk ketersediaan BBM, kita memiliki indikator cadangan operasional minimal. Saat ini, cadangan yang tersedia berada jauh di atas indikator tersebut. Sebagai contoh, stok Pertalite berada pada tingkat yang sangat aman,” ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta (29/5/2026).

Selain memastikan keamanan stok, Yuliot juga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga harga BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun, seiring dengan upaya mendorong peningkatan produksi kilang dalam negeri.

Prabowo-Macron Resmikan “France-Indonesia High Level Business Council” di Paris

Untuk mencapai target ketahanan energi jangka panjang hingga 90 hari, pemerintah berencana melakukan ekspansi besar-besaran terhadap fasilitas penyimpanan. Yuliot Tanjung menambahkan bahwa pembangunan storage baru akan diprioritaskan di lokasi-lokasi strategis yang terhubung dengan jalur kilang nasional.

“Kami sedang mengevaluasi lokasi pembangunan secara prioritas, seperti di Cilacap dan Dumai yang merupakan jalur kilang dalam negeri. Secara bertahap, kita akan meningkatkan kapasitas penyimpanan dari yang sekarang sekitar 20-an hari menjadi target 60 hingga 90 hari,” tambah Yuliot.

Fasilitas baru ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai cadangan operasional untuk distribusi harian, tetapi juga akan dialokasikan sebagai Cadangan Penyangga Energi (CPE) untuk mengantisipasi situasi darurat atau gangguan pasokan global di masa depan.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Begal Merajalela, TNI AD Pastikan Siap Back-up Polri di Lapangan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *