Berita NASIONAL

PDI-P Pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tegaskan Negara Tak Boleh Takut Kritik!

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI-P Yulius Setiarto dalam rapat MKD, Kompleks Parleman, Jakarta, Selasa (3/12/2024).(KOMPAS.com/Rahel)

Gardupedia.com – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI-P, Yulius Setiarto, mengingatkan pentingnya menjaga ruang kritik dan kebebasan berekspresi dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak boleh alergi terhadap perbedaan pendapat, melainkan justru membutuhkan ruang dialog yang terbuka.

Hal tersebut disampaikan Yulius dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Sekolah Partai PDI-P, Senin (1/6/2026).

“Kritik dan perbedaan pendapat tidak boleh dipandang sebagai ancaman. Demokrasi yang sehat membutuhkan ruang dialog terbuka, kebebasan berekspresi, serta saling menghormati dalam kehidupan publik,” kata Yulius.

Yulius menilai, keberhasilan pembangunan sebuah bangsa tidak sepatutnya hanya diukur dari indikator pertumbuhan ekonomi atau capaian fisik semata. Lebih dari itu, negara memiliki kewajiban untuk memastikan sistem demokrasi berjalan dengan sehat dan memfungsikan hukum sebagai instrumen keadilan bagi seluruh warga negara.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa kemampuan pemerintah dalam mendengarkan keluhan dan kritik merupakan salah satu indikator utama dari kedewasaan berdemokrasi.

Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal, Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis

“Pembangunan harus dijamin menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan rakyat, demokrasi harus tetap membuka ruang partisipasi dan kritik, serta hukum harus menjadi alat keadilan,” jelas legislator PDI-P tersebut.

Di akhir penjelasannya, Yulius menambahkan bahwa momentum Hari Lahir Pancasila harus dimanfaatkan sebagai ajang untuk menghidupkan kembali etika publik dalam tata kelola pemerintahan. Ia menegaskan nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti menjadi slogan atau rutinitas seremonial tahunan, melainkan wajib diimplementasikan sebagai pedoman dalam merumuskan kebijakan publik.

“Republik ini membutuhkan negara yang mampu mendengarkan, hukum yang adil, pembangunan yang manusiawi, dan demokrasi yang tidak takut pada kritik. Itulah cara kita menghidupkan Pancasila dalam praktik berbangsa dan bernegara,” pungkas Yulius.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Reaktivasi Bandara Husein, Walkot Bandung Optimistis Kunjungan Wisatawan Melonjak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *