Gardupedia.com — Salah satu pengurus teras Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah berinisial R, yang berstatus sebagai terlapor dalam perkara dugaan penganiayaan, tidak memenuhi panggilan pemeriksaan perdana oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang pada Rabu (3/6/2026).
Pernyataan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena. Menurutnya, pihak kepolisian telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap R pada hari ini, namun yang bersangkutan mangkir tanpa memberikan alasan resmi maupun konfirmasi kehadiran kepada penyidik.
Merespons ketidakhadiran terlapor, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Anwar Nasir, S.I.K., M.H., memberikan teguran keras. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan keistimewaan kepada siapa pun di mata hukum.
“Kami mengimbau kepada saudara R agar kooperatif dalam menjalani proses hukum ini. Jika pada panggilan kedua yang bersangkutan kembali mangkir tanpa alasan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan, penyidik akan mengambil langkah tegas sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” ujar Anwar saat ditemui di Markas Polrestabes Semarang, Rabu malam.
Kombes Pol. Anwar Nasir juga menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara transparan dan profesional demi keadilan korban.
Proses hukum sendiri dipastikan akan terus berjalan. Pihak kepolisian berencana untuk melayangkan surat panggilan kedua dalam waktu dekat guna meminta keterangan lebih lanjut dari R.
Kasus ini bermula dari laporan seorang pria berinisial A (31) yang mengaku menjadi korban penganiayaan oleh R. Insiden kekerasan tersebut diduga terjadi di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Kota Semarang pada pertengahan Mei lalu. Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka memar di bagian wajah dan tubuh, serta telah menyerahkan hasil visum medis kepada penyidik sebagai bukti penguat laporan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian serta memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mendalami kronologi pasti dari peristiwa penganiayaan tersebut.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment