Berita Regional

Jelang Muktamar ke-35, Gus Salam Sebut 40 Persen PCNU dan PWNU Desak Perubahan di Tubuh PBNU

Mantan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), di Surabaya, Rabu (3/6/2026).(KOMPAS.com/ANDHI DWI)

Gardupedia.com — Gelombang keinginan untuk merestrukturisasi tata kelola internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kian menguat menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35. Mantan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), membeberkan bahwa sekitar 40 persen Pengurus Cabang (PCNU) dan Pengurus Wilayah (PWNU) di berbagai daerah menginginkan adanya pembenahan di jajaran pengurus pusat.

Persentase tersebut diperoleh Gus Salam setelah melakukan serangkaian konsolidasi dan menyerap aspirasi langsung dengan mendatangi sejumlah PCNU serta PWNU yang tersebar di wilayah Pulau Jawa, Sulawesi, hingga Sumatera.

“Dari apa yang kami dengar langsung saat berdiskusi dengan teman-teman di PC maupun PW, semangat perubahan terhadap PBNU ini sangat besar,” kata Gus Salam saat memberikan keterangan pers di Surabaya, Rabu (3/6/2026).

Lebih lanjut, Gus Salam menjelaskan bahwa keresahan dari arus bawah ini umumnya dipicu oleh kerinduan akan independensi organisasi dan tata kelola yang lebih akomodatif. Ia menilai momentum Muktamar ke-35 harus menjadi wadah evaluasi total bagi perjalanan jam’iyah ke depan.

“Aspirasi ini muncul murni sebagai bentuk kecintaan warga dan pengurus di daerah terhadap NU. Mereka ingin PBNU kembali pada khittah-nya, lebih mendengarkan suara dari bawah, dan tidak terjebak dalam pragmatisme yang dapat merugikan marwah organisasi,” tambahnya.

Gus Rosikh: NU Jangan Dibuat Mainan, Jangan Jadi Alat Kepentingan Antar Kelompok, NU Ora Didol, Reformasi PBNU

Gus Salam juga menekankan pentingnya proses regenerasi kepemimpinan yang sehat dan demokratis demi menjaga soliditas organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Ia berharap jajaran kepengurusan pusat saat ini dapat bersikap terbuka terhadap kritik dan masukan yang bergulir dari tingkat cabang dan wilayah.

Selain melakukan agenda konsolidasi, Gus Salam juga mulai menawarkan gagasan besar yang akan dibawanya menuju forum muktamar nanti. Salah satu poin krusial yang paling ia tekankan adalah urgensi pelaksanaan Muktamar NU yang mandiri secara finansial dan bebas dari segala bentuk intervensi pihak luar. Menurutnya, independensi forum tertinggi NU ini menjadi syarat mutlak demi melahirkan kepemimpinan yang bersih.

“Kami mengusulkan agar Muktamar NU menjadi muktamar yang mandiri dalam pembiayaan dan independen dari intervensi siapa pun, khususnya pihak eksternal. Tujuannya agar terpilih PBNU yang benar-benar menjaga transparansi, integritas, dan soliditas organisasi,” tegas Gus Salam.

Gus Salam juga menekankan pentingnya proses regenerasi kepemimpinan yang sehat dan demokratis demi menjaga soliditas organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Ia berharap jajaran kepengurusan pusat saat ini dapat bersikap terbuka terhadap kritik dan masukan yang bergulir dari tingkat cabang dan wilayah.

“Kami berharap Muktamar ke-35 nanti menjadi ruang yang sehat untuk berdialog. Perubahan 40 persen ini bukan angka yang kecil, ini adalah sinyal serius bahwa ada hal yang harus segera dievaluasi dan dibenahi bersama agar NU tetap menjadi tenda besar yang mengayomi semua golongan,” pungkasnya.

Raymond/Joaquin Tumbangkan Chia/Soh, Klaim Tiket Perempat Final Indonesia Open 2026

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *