Berita NASIONAL

Resmi Dilantik, Kepala BGN Nanik S. Deyang Berlakukan Moratorium Dapur MBG Baru

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kanan) menerima kunjungan Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang (kiri) di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Kamis, (30/10/2025). (ANTARA/HO-BGN)

Gardupedia.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, mengungkapkan rencananya untuk melakukan jeda sementara (moratorium) terhadap pembangunan dapur baru dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menjaga efisiensi anggaran dan efektivitas pelaksanaan program.

Dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Nanik menjelaskan bahwa fokus utama lembaga saat ini adalah melakukan penghematan anggaran belanja negara demi keberlanjutan program jangka panjang tanpa mengurangi jumlah target masyarakat.

“Hal utama yang kami bahas dan akan dijalankan adalah efisiensi anggaran. Kami konsen, hal pertama yang kami lakukan adalah efisiensi anggaran. Meskipun sekarang (anggaran) sudah dipotong tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran,” ujar Nanik dalam jumpa pers, Kamis (4/6/2026).

Mantan jurnalis tersebut memaparkan bahwa saat ini sudah ada lebih dari 27.000 unit dapur operasional yang tersebar. Namun, distribusinya dinilai belum merata dan terlalu menumpuk di area perkotaan atau aglomerasi, sementara wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) belum tersentuh secara menyeluruh sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Oleh karena itu, BGN merumuskan beberapa strategi taktis. Mulai dari pemetaan ulang penerima manfaat (refocusing), moratorium titik dapur baru, hingga standarisasi ketat bagi operasional fasilitas yang sudah berjalan.

Gus Rosikh: NU Jangan Dibuat Mainan, Jangan Jadi Alat Kepentingan Antar Kelompok, NU Ora Didol, Reformasi PBNU

“Dalam rangka efisiensi, pertama kami melakukan refocusing penerima manfaat. Dua, moratorium dapur titik baru. Tiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan beroperasi sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan SDM,” urainya.

Mengenai mekanisme moratorium pendaftaran dapur tersebut, Nanik menegaskan bahwa pihak BGN akan menghitung ulang kebutuhan ideal fasilitas di tiap wilayah secara cermat agar tidak terjadi pemborosan anggaran operasional harian.

“Kami akan bereskan dulu ini. Misalnya di satu kecamatan ini cukup kok enam saja. Sudah, enam saja. Jadi moratorium,” tutur Nanik.

Kendati demikian, pihak BGN tidak sepenuhnya menutup ruang ekspansi program. Apabila dalam masa evaluasi sistem ini ditemukan daerah yang masih sangat kekurangan atau belum terlayani dengan baik khususnya wilayah 3T BGN akan menerapkan alternatif skema khusus agar distribusi makanan bergizi tetap berjalan optimal tanpa menambah beban keuangan APBN secara berlebih.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Raymond/Joaquin Tumbangkan Chia/Soh, Klaim Tiket Perempat Final Indonesia Open 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *