Gardupedia.com – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, membantah keras anggapan bahwa Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi Komponen Cadangan (Komcad) dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan langkah pemerintah untuk menerapkan sistem militerisme di lingkungan sipil.
Saat ditemui di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Qodari menegaskan bahwa program ini sama sekali tidak bertujuan untuk militerisasi. Menurutnya, pembentukan Komcad bagi ASN merupakan wujud pelaksanaan amanat konstitusi terkait kewajiban bela negara.
“Kita punya TNI, tapi juga kita harus punya komponen cadangan,” ujar Qodari saat menjelaskan pentingnya memperkuat pertahanan negara untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.
Sebagai negara kepulauan yang sangat luas, Indonesia dinilai harus memiliki kesiapsiagaan dan ketangguhan yang lebih tinggi dibanding negara lain dalam menghadapi berbagai skenario tantangan masa depan. Terlebih lagi, situasi politik dan dinamika global saat ini sangat tidak menentu dan sulit diprediksi.
“Pendidikan Komcad ini bukan untuk membentuk ASN menjadi militeristik, melainkan untuk menanamkan karakter kebangsaan yang kuat, disiplin, kekompakan, serta semangat pengabdian,” ujar Qodari.
Ia menambahkan bahwa selain mengandalkan TNI sebagai kekuatan utama pertahanan, Indonesia juga memerlukan kekuatan cadangan yang siap sedia sewaktu-waktu dibutuhkan oleh negara.
Selain memperkuat sektor pertahanan negara, program Komcad ini juga diharapkan membawa dampak positif bagi internal birokrasi. Pemerintah berharap pelatihan ini bisa menyamakan pola pikir dan nilai-nilai dasar di kalangan ASN. Melalui kedisiplinan yang diajarkan, kinerja pelayanan publik dan reformasi birokrasi ke depannya diharapkan menjadi jauh lebih solid.
“Harapannya dengan terciptanya generasi yang punya pemikiran yang sama, nilai-nilai yang sama, maka kinerja birokrasi kita akan lebih baik di masa yang akan datang,” pungkas Qodari.
Sebelumnya, sebanyak 1.758 ASN dari beragam kementerian dan lembaga pusat telah resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai anggota Komponen Cadangan setelah menyelesaikan masa latihan dasar militer. Prosesi sumpah jabatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, di Lanud Halim Perdanakusuma.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari gelombang pertama pembentukan Komcad ASN untuk tahun anggaran 2026. Sepanjang tahun ini, pemerintah sendiri menargetkan bisa menyerap dan melatih sekitar 4.000 personel ASN untuk bergabung dalam Komponen Cadangan nasional.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment