Gardupedia.com – Kegagalan tim nasional Jerman melangkah jauh di Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik dari dalam negeri. Mantan bek andalan mereka, Mats Hummels, mendesak adanya reformasi besar-besaran di tubuh skuad Die Mannschaft setelah terdepak lebih awal di turnamen tersebut.
Langkah Jerman harus terhenti secara tragis di babak 32 besar setelah ditumbangkan oleh Paraguay lewat drama adu penalti. Dalam laga yang berlangsung sengit tersebut, kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit, sebelum akhirnya Paraguay mengunci kemenangan dengan skor 4-3 pada babak adu tos-tosan. Hasil minor ini memperpanjang catatan kelam Jerman yang juga tampil mengecewakan pada edisi Piala Dunia 2018 dan 2022.
Hummels, yang pernah merasakan manisnya gelar juara dunia pada tahun 2014, menegaskan bahwa kegagalan beruntun ini tidak boleh dianggap enteng dan menuntut adanya investigasi yang mendalam.
Dalam sebuah wawancara dengan media, Hummels menyatakan bahwa federasi sepak bola Jerman (DFB) serta jajaran manajemen timnas wajib mengambil tindakan nyata karena performa tim kembali jauh di bawah target yang diharapkan.
“Dari sudut pandang para pemimpin, tentu akan ada konsekuensi. Saya tidak melihat kemungkinan lain,” ujar Hummels seperti dikutip dari O Globo.
Ia juga mengkritik bagaimana performa Jerman di beberapa turnamen sebelumnya seolah berlalu tanpa adanya pembenahan yang berarti.
“Kami menjadi tuan rumah Piala Eropa, bermain di UEFA Nations League, dan sekarang menjalani turnamen ini. Setidaknya semua itu harus memunculkan diskusi. Tidak mungkin dibiarkan begitu saja,” tambah Hummels secara terbuka.
Menurut Hummels, Jerman telah berulang kali gagal memenuhi ekspektasi pada kompetisi internasional, sehingga perencanaan olahraga secara keseluruhan perlu ditinjau kembali secara total.
Lebih lanjut, Hummels menyoroti pentingnya melakukan regenerasi dalam skuad nasional. Ia memperkirakan beberapa pemain senior kemungkinan besar akan memilih pensiun dari panggung internasional atas kemauan sendiri.
“Saya membayangkan ada beberapa pemain yang akan pensiun dari tim nasional atas keputusan mereka sendiri,” kata Hummels.
Di sisi lain, jajaran pelatih dan federasi juga dituntut selektif dalam menilai kelayakan para pemain yang sudah berumur agar timnas bisa membangun proyek masa depan yang lebih solid.
“Selain itu, perlu dibuat keputusan terhadap pemain yang kini berusia sedikit di atas 30 tahun, tetapi sudah gagal membawa Jerman meraih hasil bagus dalam empat, lima, bahkan enam turnamen besar,” pungkasnya tegas.


Comment