Berita NASIONAL

Lulus Pelatihan, Calon Manajer KDMP Dipastikan Batal Jadi Komcad

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) saag mengikuti Latsarmil di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Gardupedia.com – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memutuskan untuk membatalkan status Komponen Cadangan (Komcad) bagi para calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih setelah mereka menyelesaikan masa pelatihan. Langkah ini diambil seiring dengan dihapusnya program latihan militer bagi para peserta, yang kini digantikan sepenuhnya oleh program pendidikan bela negara.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Marsekal TNI (HOR) Donny Ermawan Taufanto, menjelaskan bahwa perubahan kebijakan ini telah disampaikan langsung kepada Komisi I DPR RI. Pemerintah resmi merevisi program tersebut, sehingga materi kepelatihan kini berfokus pada pembinaan dan pendidikan bela negara saja, bukan lagi pembentukan Komcad.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada anggota Komisi I bahwa kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi Komponen Cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan bela negara,” ujar Donny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Donny menegaskan bahwa ada perbedaan mendasar antara pelatihan militer Komcad dan pendidikan bela negara. Melalui skema baru ini, para calon pengelola koperasi tidak akan lagi memegang senjata ataupun mempelajari taktik perang militer. Materi pelatihan diganti dengan penanaman nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, serta kedisiplinan harian.

“Jadi mereka hanya diberikan pelajaran terkait dengan nasionalisme, terkait dengan patriotisme, terkait dengan disiplin ya jadi seperti mengikuti jadwal harian itu juga melatih disiplin waktu mereka juga. Kita memberikan pelajaran mereka terkait dengan kepemimpinan lapangan bagaimana mereka nantinya memimpin koperasi tersebut,” jelasnya.

Alasan DJP Terapkan PPN 11 Persen pada Layanan Premium Aplikasi Strava

Donny mengingatkan bahwa para calon manajer Kopdes itu ke depannya akan memiliki staf yang harus dipimpin, sehingga mereka harus mampu melatih kebersamaan dan kerja sama tim. Selain perubahan substansi materi, durasi masa pelatihan juga dipangkas secara signifikan.

“Yang tadinya Komponen Cadangan selama satu bulan, ini Bela Negara juga kami perpendek menjadi hai dua minggu. Nah kemudian sisanya yang 1 bulan itu adalah untuk pendidikan dan pelatihan manajerial, tergantung SPPI ini arahnya ke mana,” paparnya.

Untuk materi lanjutan terkait manajerial tersebut, pihak yang akan memberikan pembekalan adalah Kementerian Koperasi serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bukan lagi dari Kemenhan. Kendati demikian, seluruh rangkaian kegiatan ini akan tetap menggunakan fasilitas di 67 Satuan Pendidikan (Satdik) yang tersebar di wilayah Indonesia.

Revisi besar-besaran terhadap program kepelatihan di bawah payung Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) ini dilakukan oleh Kemenhan sebagai bentuk evaluasi total setelah adanya insiden meninggalnya lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih dalam rangkaian latihan fisik sebelumnya.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Persib Bandung Resmi Datangkan Sandy Walsh dengan Kontrak 3 Tahun

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *