Gardupedia.com — Sebanyak 30 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, melarikan diri dari fasilitas asrama pada Senin (21/9/2026) pagi. Pemerintah merespons insiden tersebut dengan mengedepankan pendekatan persuasif agar para murid bersedia kembali melanjutkan pendidikannya.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, yang sedang melakukan kunjungan kerja meninjau operasional SRT 1 Sergai pada Senin (21/9/2026) sore, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan sedang melakukan upaya dialog dengan keluarga para siswa.
“Para siswa ini sedang dibujuk agar mau kembali ke asrama,” ujar Dudung saat memberikan keterangan di Sergai, Senin (21/9/2026).
Dudung menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pemerataan akses pendidikan dan pemenuhan gizi anak-anak di Indonesia. Menurutnya, pemerintah berkomitmen agar tidak ada anak yang putus sekolah.
“Presiden menginginkan agar seluruh anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang layak. Tidak boleh ada anak yang tidak bersekolah,” tegas Dudung usai mengecek fasilitas sekolah dan berdialog dengan sejumlah murid.
Aksi kepulangan serentak 30 siswa ke rumah orang tua masing-masing tersebut diduga dipicu oleh kendala adaptasi terhadap aturan kedisiplinan serta pola pembinaan berasrama. Dari total 300 peserta didik di SRT 1 Sergai, mayoritas siswa masih bertahan dan mengikuti kegiatan pembelajaran.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai bersama Dinas Pendidikan dan pengelola Sekolah Rakyat menerjunkan tim pendampingan ke rumah-rumah warga sejak Senin siang. Selain itu, pihak sekolah mengagendakan pertemuan khusus dengan para orang tua atau wali murid pada Selasa (22/9/2026) guna mengevaluasi tata tertib, fasilitas, serta pembentukan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa.


Comment