politic

Ultimatum Trump kepada Rusia: AS Beri Masa 10–12 Hari untuk Mengakhiri Perang di Ukraina atau Hadapi Sanksi Baru

gardupedia.com–Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyampaikan sikap tegasnya terhadap Rusia dengan memberikan tenggat waktu baru selama “10 atau 12 hari” untuk menghentikan perang di Ukraina, atau menghadapi sanksi berat dari Washington. Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap Trump yang sebelumnya menetapkan tenggat waktu 50 hari awal bulan ini.

Dilaporkan dariAl Jazeera, Selasa (29/7), Trump menyampaikan ultimatum itu saat berada di Skotlandia dalam rangka pertemuan dengan para pemimpin Eropa sekaligus bermain golf.

Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Trump menyatakan kekecewaannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin yang dianggapnya terus memperpanjang konflik tanpa menunjukkan kemajuan berarti menuju perdamaian.

“Saya akan menetapkan tenggat waktu baru, sekitar 10 atau 12 hari mulai hari ini,” kata Trump kepada wartawan.

“Tidak ada gunanya menunggu. Kami tidak melihat adanya perkembangan,” lanjutnya.

MK Tolak Gugatan Terkait Kewajiban Gelar S2 bagi Calon Anggota DPR

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut baik pernyataan Trump, menyebutnya sebagai sikap tegas yang diperlukan untuk mendorong perdamaian nyata.

“Pernyataan ini datang pada saat yang tepat, ketika banyak hal bisa berubah melalui kekuatan untuk mencapai perdamaian sejati. Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas fokusnya dalam menyelamatkan nyawa dan menghentikan perang yang mengerikan ini,” kata Zelenskyy.

Sementara itu, tidak ada respons langsung dari pihak Kremlin. Namun, Dmitry Medvedev, mantan presiden Rusia yang sekarang menjadi sekutu dekat Putin, mengkritik sikap Trump.

Melalui sebuah unggahan di platform X, Medvedev menuduh Trump bermain dengan “permainan ultimatum” yang menurutnya bisa memicu perang yang lebih luas.

Setiap ultimatum baru adalah ancaman dan langkah menuju perang. Bukan hanya antara Rusia dan Ukraina, tetapi juga dengan [negara Trump sendiri],tulis Medvedev.

Persib Bandung Berjanji Lakukan Evaluasi Total Usai Dijatuhi Sanksi Berat oleh AFC

Pada hari yang sama, Zelenskyy menegaskan kembali pentingnya sanksi ekonomi dalam upaya mengakhiri konflik. Dalam pidato malamnya, ia menyebut sanksi sebagai “elemen kunci” yang mampu menekan Rusia agar menghentikan serangan militer.

“Rusia memperhatikan sanksi, memperhatikan kerugian seperti itu,” katanya.

Trump sendiri secara berulang kali menunjukkan rasa frustrasinya terhadap Putin yang terus melancarkan serangan ke Ukraina, meskipun telah ada berbagai upaya diplomatik dari pihak AS. Ia juga mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan para pembeli ekspornya jika tidak ada kemajuan menuju penyelesaian damai.

Menjelang pelantikannya kembali sebagai presiden untuk masa jabatan kedua pada bulan Januari mendatang, Trump menegaskan dirinya sebagai tokoh pembawa damai dan bahkan pernah berjanji untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun hanya dalam waktu 24 jam.

“Tidak ada alasan untuk menunggu. Jika Anda tahu apa jawabannya nanti, mengapa menunda? Bisa saja sanksi, atau tarif, mungkin juga tarif tambahan,” tegas Trump.

Menteri UMKM Larang Keras E-Commerce Terkait Kenaikan Biaya Layanan dan Ongkir

“Saya tidak ingin melakukan itu terhadap Rusia. Saya mencintai rakyat Rusia,” lanjutnya.

Namun demikian, Trump diketahui belum sepenuhnya menindaklanjuti ancaman-ancamannya kepada Putin. Ia sering merujuk pada hubungan pribadi yang baik antara keduanya sebagai alasan untuk menahan diri.

“Kami pikir semuanya sudah disepakati beberapa kali, tetapi kemudian Presiden Putin kembali meluncurkan roket ke kota seperti Kyiv dan membunuh banyak orang di panti jompo atau semacamnya,” kata Trump.

“Dan saya berkata, itu bukan caranya,” tambahnya.

Langkah terbaru Trump menandai peningkatan signifikan dalam kebijakan luar negeri AS menjelang masa transisi pemerintahannya. Dengan waktu yang semakin sedikit untuk mencapai kesepakatan, dunia kini menantikan apakah ancaman ini akan memengaruhi sikap Moskow. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *