Kebijakan Suku Bunga The Fed yang Tidak Menyenangkan Pemangkasan
Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, tidak memberikan sinyal bahwa bank sentral akan segera menurunkan suku bunga acuan meskipun ada tekanan dari Presiden Donald Trump. Meski demikian, terdapat perbedaan pandangan di dalam dewan gubernur The Fed mengenai kebijakan suku bunga.
The Fed memutuskan untuk menjaga suku bunga acuan jangka pendek pada kisaran 4,25% hingga 4,50% untuk kelima kalinya sepanjang tahun ini. Powell menyatakan bahwa diperlukan waktu lebih lama bagi The Fed untuk memahami dampak dari kebijakan tarif Trump terhadap inflasi. Ia menegaskan bahwa proses ini mungkin berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan dan masih banyak hal yang perlu dipahami mengenai pengaruh tarif terhadap inflasi dan perekonomian.
Perpecahan di Dalam Komite The Fed
Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga kali ini tidak sepenuhnya bulat. Dua gubernur, Christopher Waller dan Michelle Bowman, memilih untuk menurunkan suku bunga, sedangkan sembilan pejabat lainnya termasuk Powell memilih tetap mempertahankan suku bunga. Ini menjadi pertama kalinya dalam lebih dari 30 tahun, dua dari tujuh gubernur yang berbasis di Washington menyatakan ketidaksetujuan. Satu anggota, Adriana Kugler, absen dan tidak memberikan suara.
Langkah ini dikhawatirkan akan memperburuk hubungan antara The Fed dengan Gedung Putih, karena Trump sering menekan bank sentral untuk menurunkan suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Powell sendiri tidak memberikan indikasi bahwa pemangkasan suku bunga akan dilakukan dalam pertemuan selanjutnya. Probabilitas pemangkasan suku bunga pada September turun dari 60% menjadi 45% setelah konferensi pers.
Reaksi Pasar dan Ekonom
Pernyataan Powell menyebabkan pasar saham AS yang sebelumnya naik berbalik melemah. Lauren Goodwin, kepala strategi pasar di New York Life Investments, menyatakan bahwa pasar menganggap Powell menolak kemungkinan pemangkasan suku bunga pada September. Powell juga menekankan bahwa mayoritas anggota komite mendukung pandangan bahwa inflasi masih di atas target 2% dan pasar tenaga kerja masih cukup kuat, sehingga suku bunga sebaiknya tetap tinggi.
Pemerintah akan merilis data inflasi terbaru pada Kamis, yang diperkirakan menunjukkan kenaikan inflasi inti sebesar 2,7% dalam setahun, tidak termasuk energi dan pangan.
Pandangan Ekonom Mengenai Inflasi dan Suku Bunga
Ekonom Gus Faucher dari PNC Financial menyatakan bahwa tarif kemungkinan hanya akan meningkatkan inflasi secara sementara, dan dampaknya akan terlihat lebih jelas di sisa tahun ini. Ia memperkirakan The Fed baru akan menurunkan suku bunga pada Desember. Sebaliknya, Trump berpendapat bahwa karena ekonomi AS sedang kuat, suku bunga seharusnya diturunkan. Namun, menurut prinsip kebijakan moneter, suku bunga biasanya dipertahankan tinggi saat ekonomi menguat untuk mengendalikan inflasi.
Data resmi menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh 3% pada kuartal II, setelah mengalami kontraksi 0,5% di kuartal pertama. Rata-rata pertumbuhan ekonomi semester I hanya sekitar 1,2%.
Manuver Politik di Internal The Fed
Perbedaan pandangan dari Waller dan Bowman dinilai sebagai manuver politik menjelang berakhirnya masa jabatan Powell pada Mei 2026. Waller bahkan disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Powell. Michael Feroli, ekonom JPMorgan Chase, menyatakan bahwa jika keduanya dissent, itu lebih menunjukkan audisi untuk kursi ketua The Fed daripada mencerminkan kondisi ekonomi.
Bowman terakhir kali dissent pada September 2024 saat The Fed memangkas suku bunga 0,5 poin. Ia saat itu menginginkan pemangkasan hanya 0,25 poin, karena inflasi masih di atas 2,5%. Sementara Waller ingin pemangkasan suku bunga dengan alasan berbeda dari Trump. Ia menilai pertumbuhan dan perekrutan tenaga kerja melambat, dan The Fed perlu memangkas suku bunga untuk mencegah lonjakan pengangguran.
Prospek Masa Depan
Dari 19 anggota komite kebijakan The Fed, hanya 12 yang memiliki hak suara. Pada pertemuan Juni, tujuh di antaranya mendukung suku bunga tetap, dua mendukung satu kali pemangkasan, dan delapan lainnya mendukung dua kali pemangkasan. Waller dan Bowman diperkirakan menjadi dua dari mereka yang menginginkan tiga kali pemangkasan tahun ini.
Ramalan kuartalan terakhir The Fed menunjukkan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, dengan tiga pertemuan kebijakan tersisa: September, Oktober, dan Desember. Beberapa ekonom menilai pasar tenaga kerja juga mulai melemah. Tom Porcelli, kepala ekonom AS di PGIM Fixed Income, menyatakan bahwa kita berada di situasi perekrutan yang jauh lebih lambat dari yang diperkirakan banyak orang. Pada Juni, sektor swasta hanya menambah 74.000 pekerjaan, mayoritas dari sektor kesehatan.


Comment