Uncategorized

IHSG Diperkirakan Terus Turun, Lihat Rekomendasi Saham Hari Ini (31/7/2025)

IHSG Melemah di Akhir Pekan, Analis Prediksi Kembali Terkoreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 68,01 poin atau 0,89% pada akhir perdagangan Rabu (30/7/2025), dengan posisi terakhir berada di angka 7.549. Pelemahan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi sentimen pasar.

Menurut Alrich Paskalis Tambolang dari Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG terjadi karena adanya aksi profit taking setelah indeks mengalami kenaikan selama lebih dari tiga pekan. Hal ini menunjukkan bahwa investor mulai mengambil keuntungan dari kenaikan sebelumnya.

Dari sisi sektor, saham infrastruktur mengalami penurunan terbesar yaitu sebesar 3,21%, sedangkan sektor teknologi justru naik hingga 2,12%. Pergerakan ini mencerminkan pergeseran minat investor terhadap sektor tertentu dalam situasi pasar yang tidak stabil.

Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menambahkan bahwa pelemahan IHSG hari ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan wilayah Asia. Ia juga menyatakan bahwa ada kemungkinan aksi profit taking dan dampak dari rilis laporan keuangan emiten yang sedang berlangsung.

Secara global, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,05%, sedangkan Hang Seng Hong Kong mengalami penurunan sebesar 1,36%. Di Singapura, indeks Straits Times Index turun 0,24%, dan FTSE 100 London turun 0,25%. Namun, Dow Jones Futures New York menguat 0,03%, serta Shanghai Composite Index naik 0,17%.

Dibuka Loker Manajer Kopdes Merah Putih, Syarat Minimal Lulusan D3/D4/S1

Dari segi analisis teknikal, Indikator Stochastic RSI menunjukkan Death Cross di area overbought, yang dapat menjadi pertanda pembalikan arah ke bawah. Selain itu, indikator MACD menunjukkan penyempitan positive slope-nya dengan histogram positif yang menurun. Volume jual juga meningkat, sehingga IHSG diperkirakan akan terus mengalami koreksi pada level resistance 7.470 dan 7.500 pada perdagangan Kamis (31/7/2025).

Herditya juga memperkirakan IHSG akan kembali terkoreksi dengan support 7.457 dan resistance 7.616 pada hari yang sama. Pasar saat ini tengah mengantisipasi rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) dan arah suku bunga acuan The Fed.

Selain itu, investor juga akan memantau rilis data manufacturing PMI China bulan Juli 2025 yang diperkirakan stabil di kisaran 49,7. Pertemuan Bank of Japan hari ini juga akan menjadi perhatian, dengan prediksi suku bunga tetap di level 0,5%. Indeks kepercayaan konsumen Jepang bulan Juli 2025 diperkirakan sedikit membaik menjadi 35,1 dari 34,5 di Juni 2025.

Investor juga akan mengawasi data inflasi core PCE prices AS yang diperkirakan naik menjadi 0,3% MoM dari 0,2% MoM di Mei 2025. Data ini sangat penting bagi The Fed dalam pengambilan keputusan kebijakan moneter.

Alrich merekomendasikan investor untuk memperhatikan saham Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Sementara Herditya menyarankan investor untuk mempertimbangkan saham Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan support Rp 154 dan resistance Rp 157; Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) di rentang support Rp 1.975 dan resistance Rp 2.050; serta Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) di level support Rp 5.200 dan resistance Rp 5.325.

Bekal Pengalaman di SEA Games, Sabar/Reza Siap Tempur di Thomas Cup 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *