Kunjungan Bupati Sragen ke Dapur SPPG di Kecamatan Gemolong
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, melakukan kunjungan langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Gemolong. Peninjauan ini dilakukan setelah munculnya dugaan adanya kasus keracunan yang dialami ratusan siswa. Dalam kunjungannya, ia memeriksa berbagai aspek seperti tempat memasak, pengolahan bahan makanan, hingga area pencucian alat-alat makan.
Sigit menyoroti pentingnya menjaga kebersihan di bagian pembersihan alat makan. Ia menyampaikan bahwa kondisi dapur secara keseluruhan tergolong baik, tetapi masih perlu beberapa penyesuaian agar lebih rapi dan bersih. “Sejauh yang kita lihat, memang harus ada beberapa yang dirapikan, khususnya di bagian pembersihan alat-alat makan,” ujarnya.
Meski sejumlah siswa mengalami gejala seperti diare, pusing, mual, dan muntah, kondisi mereka kini sudah mulai membaik. Tidak ada dari mereka yang harus menjalani rawat inap, baik di Puskesmas maupun rumah sakit. Mereka kembali ke rumah masing-masing untuk pemulihan.
Menurut Bupati Sigit, meskipun ada 251 warga Kecamatan Gemolong yang diduga mengalami keracunan, saat ini belum diperlukan penerapan status kejadian luar biasa. Ia menegaskan bahwa situasi masih dalam pengawasan ketat dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Peluncuran Program Makan Bergizi Gratis di Sragen
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen pada Senin, 17 Februari 2025. Sebelumnya, program ini telah melalui tahap uji coba pada Januari 2025. Program ini ditujukan bagi peserta didik dari tingkat TK/RA hingga SMP/MTs di wilayah Sragen.
Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 5.274 porsi makanan dibagikan ke berbagai sekolah penerima. Distribusi dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan dengan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas dan gizi makanan sesuai standar.
Uji coba program dilakukan pada 11 Januari 2025 di SDN 3 Sragen. Saat itu, sebanyak 321 paket makanan bergizi dibagikan sebagai bagian dari proses pengujian kelayakan. Uji coba ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengadaan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan.
Rentetan Kasus Keracunan di Wilayah Soloraya
Program MBG kembali menjadi sorotan setelah beberapa kali memicu kasus dugaan keracunan massal di wilayah Soloraya sepanjang 2025. Data menunjukkan setidaknya tiga insiden besar terjadi di Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen dengan ratusan siswa terdampak.
Kasus terbaru terjadi di Gemolong, Sragen, pada 11 Agustus 2025. Sekitar 100 siswa SD dan SMP mengalami gejala mual, pusing, dan diare setelah menyantap menu MBG di sekolah. Meski kondisi mereka tergolong ringan, Dinas Kesehatan Sragen menyiapkan posko kesehatan 24 jam di Puskesmas Gemolong untuk memantau perkembangan.
Sebelumnya, pada April–Mei 2025, delapan siswa di Gondangrejo, Karanganyar, juga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu soto ayam dan ayam suir. Hasil laboratorium menunjukkan makanan terpapar mikroorganisme berbahaya akibat disiapkan sejak malam dan disajikan terlambat pada pagi hari.
Insiden pertama di tahun ini tercatat pada 16 Januari 2025 di Sukoharjo. Puluhan siswa mengalami mual, pusing, dan muntah setelah menyantap ayam tepung, sayur, buah naga, dan susu dalam program MBG. Badan Gizi Nasional mengungkapkan penyebab keracunan adalah kesalahan teknis pengolahan ayam yang kurang matang.
Profil Kecamatan Gemolong
Gemolong, salah satu kecamatan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dikenal sebagai pusat perekonomian dan transportasi yang strategis di jalur penghubung Solo–Purwodadi. Letaknya di bagian barat laut Sragen membuat wilayah ini menjadi titik persinggahan penting bagi masyarakat yang bepergian antar-kabupaten di Jawa Tengah.
Kecamatan Gemolong terdiri dari sejumlah desa dan kelurahan yang memiliki karakter beragam, mulai dari kawasan padat penduduk di pusat kota hingga wilayah pertanian di pinggiran. Pasar Gemolong menjadi ikon ekonomi setempat, menjadi pusat perdagangan harian yang ramai sejak dini hari hingga malam.
Selain sektor perdagangan, Gemolong juga memiliki sektor pendidikan yang berkembang. Terdapat sejumlah sekolah negeri dan swasta, mulai dari tingkat dasar hingga menengah, yang menjadi rujukan warga Sragen dan sekitarnya. Keberadaan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan klinik turut mendukung kebutuhan layanan masyarakat.
Dari sisi budaya, Gemolong masih mempertahankan tradisi Jawa yang kental. Berbagai acara adat, kesenian lokal seperti wayang kulit, hingga kegiatan keagamaan rutin, menjadi bagian dari kehidupan warga. Dengan perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan penduduk, Gemolong kini tidak hanya menjadi kota kecamatan biasa, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi yang mempengaruhi wilayah sekitarnya.


Comment