Gardupedia.com – Lembaga riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) memprediksi bahwa perjalanan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 akan menghadapi situasi yang cukup menantang. Terdapat empat isu krusial yang diperkirakan akan muncul secara bersamaan, mulai dari faktor eksternal hingga persoalan domestik yang mendalam.
Deni Friawan, Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS, memaparkan rincian hambatan tersebut dalam diskusi media mengenai Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (7/1/2026). Berikut adalah rangkuman empat tantangan besar tersebut:
1. Ketidakpastian Global dan Tekanan Eksternal
Kondisi ekonomi dunia diprediksi belum sepenuhnya pulih. Kekuatan ekonomi utama dunia sedang mengalami masalah internal yang berdampak luas. China tengah berjuang melawan deflasi, yang membuat target pertumbuhannya diragukan. Amerika Serikat terbebani oleh utang publik yang sangat besar dan defisit anggaran. Eropa (Inggris dan Jerman) juga mengalami kelesuan ekonomi akibat tekanan fiskal yang berat. Selain itu, eskalasi konflik geopolitik dan kebijakan perdagangan yang semakin tertutup (seperti pembatasan ekspor teknologi dan bahan mentah) menambah risiko gangguan pada rantai pasok global.
2. Terbatasnya Ruang Fiskal dan Moneter
Indonesia menghadapi masalah laten di mana ruang gerak kebijakan pemerintah sangat terbatas. Defisit anggaran dan manajemen utang membuat pemerintah sulit memberikan stimulus besar-besaran jika terjadi guncangan ekonomi. Kondisi ini menyebabkan instrumen kebijakan fiskal maupun moneter menjadi kurang fleksibel dalam merespons dinamika pasar.
3. Kenaikan Angka PHK dan Pengangguran Terdidik
Isu sosial-ekonomi yang paling mengkhawatirkan adalah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih membayangi. CSIS menyoroti tingginya angka pengangguran di kalangan usia muda dan lulusan perguruan tinggi (pengangguran terdidik). Jika tidak segera diatasi dengan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas, hal ini dapat menjadi beban sosial yang serius bagi stabilitas nasional.
4. Ancaman Fluktuasi Harga Pangan dan Energi
Terakhir, risiko lonjakan harga kebutuhan pokok dan energi tetap menjadi ancaman nyata. Gejolak harga ini biasanya dipicu oleh ketidakstabilan pasokan global atau perubahan kebijakan domestik. Kenaikan harga pangan dan energi sangat sensitif karena dapat langsung menggerus daya beli masyarakat luas dan memicu inflasi.
CSIS menekankan bahwa kombinasi dari keempat tantangan ini menuntut pemerintah untuk lebih cermat dalam menyusun strategi ekonomi tahun 2026. Fokus pada penguatan pasar domestik, efisiensi anggaran, dan penciptaan lapangan kerja menjadi kunci agar Indonesia tetap bertahan di tengah badai ekonomi global.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment