Berita Lifestyle

Bitcoin Diperkirakan Melonjak 2 Kali Lipat Berkat 2 Indikator Ini

Indikator Makro yang Mengisyaratkan Potensi Kenaikan Harga Bitcoin

Pasar keuangan global saat ini sedang menunjukkan sinyal penting bagi para investor kripto. Dua indikator utama, yaitu indeks dolar AS (DXY) yang melemah dan peningkatan signifikan dalam pasokan uang global (M2), menjadi perhatian utama. Kedua faktor ini sering kali menjadi pendorong utama reli harga Bitcoin (BTC). Dengan situasi saat ini, potensi kenaikan harga Bitcoin menuju angka USD 240.000 dalam jangka 12–18 bulan dinilai semakin realistis.

Saat ini, harga Bitcoin berada di sekitar USD 118.000 per koin. Sejak awal tahun, harga telah naik sekitar 29%. Dengan kombinasi dolar yang melemah dan likuiditas global yang meningkat, prospek kenaikan harga menuju USD 240.000 terlihat semakin mungkin. Meskipun tidak sepenuhnya pasti, kondisi ini memberikan harapan besar bagi para pemegang aset kripto.

Bayangkan jika harga Bitcoin melonjak dua kali lipat dalam waktu singkat—mimpi banyak investor kripto bisa menjadi kenyataan. Dua indikator teknikal utama mulai menunjukkan sinyal kuat bahwa lonjakan besar sedang mengintai. Berikut adalah analisis mengenai indikator-indikator tersebut:

DXY Melemah, Bitcoin Menguat

Sejarah mencatat bahwa penurunan nilai dolar AS sering kali beriringan dengan reli besar Bitcoin. Indeks DXY, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, baru saja mencatat penurunan terbesarnya dalam dua dekade terakhir. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan momentum positif Bitcoin yang mendekati level tertingginya.

Selain itu, ada faktor fundamental lain yang memperkuat sentimen ini. Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali hingga akhir 2025. Di sisi lain, pasokan Bitcoin semakin terbatas setelah proses halving pada 2024. Kombinasi antara kebijakan moneter longgar dan kelangkaan aset bisa menciptakan tekanan permintaan yang signifikan.

Dibuka Loker Manajer Kopdes Merah Putih, Syarat Minimal Lulusan D3/D4/S1

Namun, perlu diingat bahwa korelasi bukanlah jaminan. Dalam beberapa periode risk-off, baik Bitcoin maupun dolar bisa turun bersamaan. Meski begitu, dalam jangka panjang, tren DXY yang terus melemah tetap memberikan peluang kenaikan bagi aset kripto ini.

Likuiditas Global Melimpah

Selain dolar, faktor lain yang menjadi perhatian adalah pertumbuhan pasokan uang global. Data terbaru menunjukkan bahwa M2 global—yang mencakup uang tunai dan deposito likuid dari 21 bank sentral terbesar—telah mencapai USD 55,5 triliun pada Juli 2025. Angka ini menyamai tren pertumbuhan yang sempat tertahan pada 2023.

Bitcoin memiliki korelasi historis yang longgar namun signifikan terhadap pertumbuhan M2. Ketika likuiditas meningkat, investor cenderung mencari aset langka yang tahan inflasi. Bitcoin, dengan pasokan maksimal hanya 21 juta koin, memenuhi kriteria ini.

Beberapa bank sentral besar sudah mulai melonggarkan kebijakan moneternya. Bank Sentral India dan Tiongkok, misalnya, telah menurunkan suku bunga acuan dan meningkatkan suntikan likuiditas ke pasar. Tren pelonggaran kebijakan ini bisa memperkuat reli aset berisiko, termasuk kripto.

Jika pola historis kembali terulang, kenaikan 1% dalam M2 bisa mendorong harga Bitcoin hingga 65% dalam jangka waktu 12 hingga 18 bulan. Artinya, dari harga saat ini, target USD 240.000 bukanlah hal mustahil.

Bekal Pengalaman di SEA Games, Sabar/Reza Siap Tempur di Thomas Cup 2026

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

Meskipun indikator makro mendukung, investor tetap perlu waspada. Peningkatan likuiditas bisa memicu inflasi, mendorong kenaikan suku bunga mendadak, atau bahkan mengalir ke kelas aset lain. Namun dengan dolar dalam tekanan dan bank sentral kembali membuka keran uang, Bitcoin berada dalam posisi strategis untuk kembali mencetak rekor.

Bagi investor yang mencari peluang jangka panjang di pasar kripto, kondisi saat ini memberikan sinyal positif. Bitcoin mungkin belum masuk dalam daftar saham unggulan sejumlah analis, tetapi faktor makro memberikan potensi besar yang layak dipertimbangkan.

Dengan kedua indikator tersebut memberikan sinyal bullish yang kuat, para investor kini dihadapkan pada peluang besar—namun tetap harus waspada terhadap volatilitas pasar kripto. Jika momentum ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin benar-benar akan menggandakan nilainya dalam waktu dekat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *