Gardupedia.com – Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochamad Irfan Yusuf, memberikan instruksi tegas terkait manajemen keberangkatan jemaah haji Indonesia. Beliau menekankan bahwa setiap slot atau kursi dalam kuota haji yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi merupakan amanah besar yang tidak boleh disia-siakan.
Gus Irfan menyatakan bahwa fenomena kursi kosong atau “mubazir” saat pemberangkatan harus dieliminasi. Setiap kursi yang tersedia harus diisi oleh jemaah yang berhak, mengingat panjangnya antrean haji di Indonesia.
BP Haji akan memperkuat sistem mitigasi untuk mengantisipasi jemaah yang batal berangkat di menit-menit terakhir (karena alasan kesehatan atau halangan lainnya), sehingga posisi tersebut bisa segera diisi oleh cadangan sesuai urutan.
Dengan memastikan tidak ada kuota yang hangus, pemerintah berupaya mempercepat masa tunggu keberangkatan yang saat ini sudah sangat lama di berbagai wilayah.
Setiap tahun, masalah teknis maupun kendala administratif seringkali menyisakan kursi kosong di pesawat. Gus Irfan menilai hal ini sebagai kerugian besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi antara BP Haji, kementerian terkait, dan penyedia layanan transportasi akan diperketat demi memastikan zero waste pada kuota haji.
“Kita ingin memastikan semua kursi terisi. Tidak boleh ada kursi yang mubazir sementara jutaan saudara kita masih menunggu giliran bertahun-tahun.” Tegas Mochamad Irfan Yusuf, Kepala BP Haji.
Ke depannya, BP Haji akan melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pendaftaran dan pelunasan agar distribusi kuota tambahan (jika ada) dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Fokus utamanya adalah transformasi digital agar proses pengisian sisa kuota menjadi lebih transparan dan efisien.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment