Gardupedia.com – Papua Football Academy (PFA) menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda Papua melalui pola pembinaan terpadu yang memadukan pelatihan sepak bola profesional, pendidikan akademis sains, serta pengembangan karakter anak didik.
Di kompleks pelatihan PFA yang berlokasi di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, para siswa menjalankan rutinitas yang seimbang antara akademis dan olahraga. Pada pagi hingga siang hari, para siswa fokus mengikuti pendidikan formal yang mencakup pelajaran sains, matematika, bahasa Inggris, hingga literasi digital. Setelah itu, sesi sore hari dimanfaatkan untuk pemantapan teknik, taktik, serta kondisi fisik di lapangan hijau.
Pendekatan holistik ini dirancang agar para talenta muda Papua tidak hanya memiliki kemampuan mengolah bola yang mumpuni, tetapi juga memiliki ketajaman berpikir logis serta kesiapan masa depan di luar dunia lapangan hijau.
Pelatih Kepala Papua Football Academy, Ardiles Rumbiak, menegaskan bahwa visi utama pendirian PFA adalah membangun manusia Papua yang berkarakter unggul melalui media olahraga.
“PFA ini didirikan untuk membina karakter melalui sepak bola, bukan sepak bola untuk karakter. Itu yang menjadi pembedanya,” tegas Ardiles Rumbiak dalam keterangannya di Mimika, Papua Tengah, Jumat (18/9/2026).

Ardiles menjelaskan bahwa penggabungan antara disiplin olahraga dan pendidikan sains serta akademis lainnya bertujuan untuk membentuk pola pikir (mindset) yang matang pada anak-anak Papua.
“Kami fokus pada tiga hal utama, yaitu mindset, pendidikan, dan cara bermain bola yang baik. Pendidikan akademis ini menjadi bekal penting apabila mereka kelak tidak melanjutkan karier sebagai pemain profesional. Bahkan, kami juga mengarahkan mereka agar memiliki pemahaman taktis dan kepemimpinan untuk menjadi pelatih atau profesional di bidang lain pada masa depan,” tambah mantan pemain nasional asal Papua tersebut.
Sementara itu, pendidik sains di PFA menambahkan bahwa pembelajaran ilmu pengetahuan alam turut melatih anak-anak dalam menganalisis situasi secara kritis. Keterampilan analisis di kelas ini terbukti membantu para pemain muda mengambil keputusan yang cepat dan tepat saat menghadapi tekanan dalam pertandingan.
Hingga pertengahan September 2026, akademi yang didukung penuh oleh PT Freeport Indonesia ini terus menunjukkan kemajuan pesat. Selain berprestasi dalam berbagai turnamen usia muda, para siswa PFA mencatatkan nilai akademis yang memuaskan. Pola pendidikan terpadu ini diharapkan dapat melahirkan pesepak bola profesional asal Papua yang berdaya saing internasional, berpendidikan matang, serta berkarakter kuat.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment